Beritasumut.com-Sebanyak 17 korban tewas yang hanyut di Air Terjun Dua Warna di Desa Ujung Deleng, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Senin (16/05/2016). Sedangkan lima orang lagi masih dalam pencarian.
"Perkembangan terakhir evakuasi di Sibolangit, telah ditemukan 17 mayat, dua mayat telah dievakuasi dan 15 masih dipinggirkan di tepi sungai dalam proses evakuasi," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Senin (16/05/2016).
Nainggolan menyebutkan, ke-22 korban hanyut yang belum diketahui identitasnya itu terdiri 17 mahasiswa STIKES Flora, Jalan Rajawali Sunggal, tiga mahasiswa UMSU dan dua pemandu. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/05/2016) diperkirakan jam 14.00 WIB.
Saat itu, sambung Nainggolan, para korban sedang berteduh di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tiba-tiba air sungai meluap."Tempat mereka berteduh itu longsor dibawa air sungai. Hingga saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan," sebut Nainggolan.
Tim pencarian, tambah Nainggolan, terdiri Basarnas, TNI, Polri, masyarakat dan PMI dengan rincian, 55 personel Satuan Brimobda Sumut, 36 Dit Sabhara, 35 Polsek Pancurbatu, 15 Polresta, 30 Satpol PP, 70 Basarnas dan 50 relawan.
Pantauan wartawan di Mapoldasu, Waka Polda Sumut, Brigjen Adhi Prawoto berangkat ke lokasi bencana didampingi Direktur Pamobvit, Kombes Pol Heri Subiansauri menaiki Helikopter Polri sekira jam 11.00 WIB.
Informasi diperoleh menyebutkan, sebelumnya mahasiswa STIKES Flora Sunggal disapu banjir bandang saat menikmati liburan di air terjun dua warna Sibolangit, Deliserdang, Minggu (15/5). Tim pencarian menemukan sesosok ayat pria yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana di kawasan Lau Menter, sekira 1 kilometer dari posko banjir bandang.
"Dia (korban) pas kami temukan tertimpa pepohonan bang. Parah kondisinya tanpa mengenakan pakaian," sebut warga yang pertama kali menemukan korban, Jhon Gurusinga kepada wartawan. (BS04)