Beritasumut.com-Diantara sejumlah korban akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), 15 diantaranya merupakan rombongan dari RSUP Adam Malik. Mereka sampai ke Medan dengan selamat meskipun 1 diantaranya mengalami cidera.
Salah seorang korban yang selamat, Novita Sinaga, warga Jalan Sri Gunting Medan, menceritakan peristiwa yang menimpa diri dan rombongannya itu berlangsung pada Minggu (15/05/2016) siang sekitar pukul 14.00 wib. Saat itu dia dan teman-temannya dari RSUP Adam Malik, baru saja sampai di objek wisata Air Terjun Dua warna.
"Ketika itu kami baru makan, dan belum lagi mandi. Saat itu masih hanya hujan-hujan biasa saja," ungkapnya sembari dirawat di ruang IGD RSUP H Adam Malik Medan, Senin (16/05/2016).
Novita melanjutkan, "Waktu hujan itu, tiba-tiba saja air datang menghantam orang-orang yang berada di telaga dua warna itu. Korban berjatuhan karena terseret derasnya air dan batu-batuan dari telaga," ujar petugas Cleaning Service yang bertugas diruang Rindu A, RSUP Adam Malik itu.
"Kami menyelamatkan diri ke arah kiri. Di situ airnya nggak terlalu deras. Kami berkumpul di tempat kayak tanah lapang kecil. Tapi rupanya banyak yang nggak selamat," jelasnya. Saat kejadian, Novita mengatakan semua orang menjadi panik. Suasananya angin, debu, dan tanah sudah menjadi satu, sehingga tidak jelas terlihat.
"Kami dari Adam Malik ke 15-nya selamat, hanya saya yang cidera. Selebihnya ada yang dari USU dan juga ada 2-3 orang dari Stikes Flora," terangnya. Novita sendiri mengaku, mereka semua tidak menyangka bencana itu sampai terjadi. Dia mengaku trauma akibat kejadian tersebut. "Kami disana untuk liburan menyambut puasa. Kami nggak nyangka bisa sampai kejadian," tambahnya.
Diketahui, korban sebelum dirujuk ke RSUP Adam Malik sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas di Sibolangit. Dikarenakan kondisi luka-lukanya cukup parah, dia dirujuk untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. (BS02)