Beritasumut.com-Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut), Drs Safri Nasution mengatakan, di Sumut setidaknya ada 30 kabupaten/kota dan 305 kecamatan yang diperkirakan berpotensi terjadinya bencana alam longsor dan banjir bandang.
Dari 305 kecamatan itu, 111 kecamatan status potensi kejadian sedang, sedangkan 195 kecamatan status potensi kejadian bencana banjir bandang dan longsor tinggi. Daerah yang berpotensi tinggi terjadi banjir bandang dan longsor yakni Nias Utara, Nias Barat, Kabupaten Nias, Samosir, Tapanuli Utara, Humbahas, Padanglawas, Paluta, Tapanuli Tengah, Sibolga, Dairi, Pakpak Bharat, Gunungsitoli dan Deli Serdang.
"Daerah yang disebut ini perkiraan terjadinya potensi banjir bandang dan longsor mencapai 100 persen jika hujan deras terus menerus selama 2 - 3 hari berturut-turut," ujarnya kepada wartawan, Senin (16/05/2016). Selain itu, lanjutnya, daerah kabupaten/kota yang status potensi kejadian bencana banjir bandang dan longsor sedang adalah Toba Samosir, Tapsel, P. Sidempuan, Simalungun, Sergai, Labuhanbatu, Labura, Karo, Asahan, Langkat, Madina, P. Siantar, Nisel, Labusel dan Tanjungbalai.
"Kita juga meminta kepada BPBD kab/kota se Sumut untuk membuat posko untuk korban banjir dan berkoordinasi dengan Pemkab dan TNI. Kita ada tim dan perahu karet serta peralatan lainnya," tambahnya. Saat ini BPBD SUmut telah menurunkan tim dan logisktik ke wilayah Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. (BS03)