Kematian Mahasiswi Akbid Sari Mutiara di Kampus Diduga Keracunan

- Senin, 09 Mei 2016 17:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Kematian-Mahasiswi-Akbid-Sari-Mutiara-di-Kampus-Diduga-Keracunan-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/BS04
Keluarga dan kerabat korban saat menunggu autopsi di RS Bhayangkari Medan.
Beritasumut.com-Ratna Dewi Gea (20) warga Jalur II Desa Petapahan Tapung Kampar, Riau yang juga mahasiswi DIII Kebidanan Semester 2 Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia ditemukan tewas di kampusnya di Jalan Amal Luhur, Medan Helvetia, Senin (09/05/2016) sekira pukul 06.30 WIB pagi. Kematian Ratna diduga karena keracunan obat.

Wakil Rektor III USM Indonesia Karnirius Harefa SKp, SPd M Biomed menjelaskan kronologis peristiwa tersebut, berawal ditemukannya korban pertama kali oleh petugas Cleaning Service (CS), Sri Wahyuni. Saat itu, seperti biasa, CS tersebut hendak melalukan tugas membersihkan gedung perkuliahan. "Saat naik tangga, petugas tersebut terkejut melihat korban sudah tidak bernyawa diantara tangga lantai satu dan dua dengan tangan membiru," katanya.

Petugas CS tersebut lalu menghubungi Satpam kampus yang diteruskan ke Ka Biro Kemahasiswaan Dewi Bancin dan selanjutnya memberitahukan hal itu ke Polsek Helvetia yang turun ke lokasi kejadian sekira pukul 07.00 WIB.

"Dugaan sementara penyebab kematian adalah keracunan obat karena di lokasi kejadian ditemukan bekas muntah dan obat Resochin sebanyak enam papan. Untuk proses selanjutnya kita serahkan ke pihak kepolisian. Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses selanjutnya. Kalau untuk obat itu memang bisa dibeli di luar," ujarnya didampingi Wakil Rektor II USM Indonesia Idawati Purba SE MSi dan Ketua APTISI Sumut Bahdin Nur Tanjung di kampus tersebut.

Karnirius menambahkan, kalau korban tidak ada menderita sakit walaupun sekitar satu bulan lalu pernah di rawat di RS Sari Mutiara karena gejala sakit Typus. Saat kejadian, sambungnya, kampus sedang libur sejak hari Kamis dan rencananya korban akan melaksanakan praktek dengan 20 orang lainnya ke Seribu Dolok, Simalungun pada Senin.

"Karena mau praktek pada Senin, korban dicari kemana mana namun karena tidak ditemukan, jadi rencananya dia akan praktek di Medan saja. Tapi tadi pagi, ditemukan sudah tidak bernyawa. Kita sudah memberitahukan kepada orang tuanya, kemungkinan dilakukan otopsi," terang Harefa.

Sementara itu, Rektor USM Indonesia Dra Ivan Elisabeth Purba mengatakan, kampus tetap dilakukan pengawasan dan kejadian terjadi pada saat kampus kosong karena libur dan belum jam kuliah. "Kita sangat prihatin dan berdukacita atas kejadian ini. Prinsipnya, kita merupakan keluarga besar dan kita akan buat sebaik baiknya," ujarnya. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern