Menag Harap MAGABUDHI Jadi Pelopor Kerukunan

- Sabtu, 07 Mei 2016 19:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Menag-Harap-MAGABUDHI-Jadi-Pelopor-Kerukunan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri Majelis Agama Buddha Teravada Indonesia (MAGABUDHI)
Beritasumut.com-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menaruh harapan khusus pada Majelis Agama Buddha Teravada Indonesia (MAGABUDHI). Menag berharap para tokoh agama Buddha yang tergabung dalam MAGABUDHI bisa menjadi pelopor kerukunan.

"Saya berharap MAGABUDHI dapat menjadi pelopor kerukunan interen umat Buddha di Indonesia. Di samping itu  tetap membangun kerukunan antar umat beragama bersama pemerintah," demikian harapan yang disampaikan  Menag saat membuka Pasamuan Agung   MAGABUDHI, Kamis (05/05/2016), di Auditorium HM. Rasjidi Kementerian Agama Rl Jalan MH Thamrin Jakarta, sebagaimana yang dilansir dari laman resmi kemenag.go.id.

Pasamuan Agung MAGABUDHI  IX telah berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (05/05/2016) hingga Sabtu (07/05/2016). Pasamuan yang diikuti 300 peserta terdiri dari perwakilan Pengurus Pusat (PP), Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD),   dan Pengurus Cabang (PC) seluruh Indonesia. Turut hadir dalam acara pembukaan Pasamuan Agung MAGABUDHI IX ini, Dirjen Bimas Buddha Dasikin,  Sesditjen Bimas Buddha Caliadi, Pgs. Direktur Urusan dan Pendidikan agama Buddha Paniran, Pembimas Buddha DKI Jakarta Suwanto, serta Kasubdit Kelembagaan Parwadi.

"Hal ini harus kita dukung bersama agar suasana kehidupan menjadi membahagiakan untuk kita semua dan senantiasa terwujud bersama kita," tambah Lukman. Di hadapan para tokoh agama Buddha, Menag kembali menegaskan bahwa  masyarakat Indonesia sejak dulu dikenal  menjunjung tinggi nilai agama. Para pendiri bangsa dengan arif telah  menjadikan nilai nilai agama sebagai perajut  keragaman Indonesia. "Pemerintah memberikan apresiasi  kepada para pemuka agama yang senantiasa meningkatkan kualitas keagamaan ini semakin baik," terangnya. 

Dikenalkan dengan pemaknaan Pancasila dalam Buddha, Menag mengaku  mendapat ilmu luar biasa. Bahwa  ada  Pancasila  dalam  Buddha yang mengajarkan nilai tentang larangan mencuri,  berzina,  berbohong,  membunuh hingga larangan mengkonsumsi makan minum yang menyebabkan hilang akal, mabuk, dan lainnya.

"Ini adalah hakikat sisi dalam suatu agama. Semua agama berbicara sama terkait ini, tidak hanya Buddha, tapi juga Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. Ajaran tidak boleh berbohong,  berzina,  membunuh,  mencuri dan seterusnya, ajaran menegakkan keadilan melindungai hak asasi manusia (semua ada dalam agama). Karenanya, dalam konteks  Indonesia  yang  beragam, kita hendaknya lebih mengedepankan sisi dalam agama. Karena di sinilah kita satu," ucap Menag. Menag  berharap  umat Buddha terus meningkatkan kualitasnya, tidak hanya dalam kehidupan keagamaan dan peribadatan,  tapi juga dalam berkontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat luas seluruh bangsa indonesia.

Pasamuan Agung digelar dalam rangka proses kaderisasi seiring akan berakhirnya masa bakti kepengurusan Pengurus Pusat  MAGABUDHI periode 2011 – 2016. Untuk melaksanakan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Program Umum serta ketentuan–ketentuan lainnya dalam organisasi Majelis Agama Buddha Theravāda Indonesia, perlu dibentuk dan diangkat Pengurus Pusat MAGABUDHI baru untuk  masa bakti  2016 – 2021. 

Pasamuan Agung MAGABUDHI sebagai pemegang wewenang tertinggi, memandang perlu untuk segera menyesuaikan dan menetapkan kembali Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Program Umum dan ketetapan–ketetapan organisasi MAGABUDHI lainnya yang dianggap perlu untuk masa bakti tahun 2016 – 2021. Pesamuan Agung MAGABUDHI IX mengangkat tema "Tulus Mengabdi Tiada Henti". Pembukaan ini dihadiri juga oleh YM Bhikkhu Sri Pannavaro Mahatera, YM Bhikhhu Dhammasubho Mahatera, YM Jothidhammo Mahatera, Drs Budi Setiawan MSc, Siwi Honoris, dan para Pandita MAGABUDHI. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah

Peristiwa

Pemko Gunungsitoli Gelar Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-79 Kementerian Agama RI Tahun 2025

Peristiwa

Menteri Agama Berangkatkan Kloter Pertama Jemaah Haji 1445 H

Peristiwa

Walikota Medan Jadi Pembina Apel Hari Amal Bakti ke-78 Kemenag RI

Peristiwa

Kemenag Terbitkan Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1443 H

Peristiwa

Calon Jemaah Haji Indonesia Capai 5,2 Juta Orang, SJH Jadi Program Pembinaan Selama Menunggu Keberangkatan