Beritasumut.com-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menaruh harapan khusus pada Majelis Agama Buddha Teravada Indonesia (MAGABUDHI). Menag berharap para tokoh agama Buddha yang tergabung dalam MAGABUDHI bisa menjadi pelopor kerukunan."Saya berharap MAGABUDHI dapat menjadi pelopor kerukunan interen umat Buddha di Indonesia. Di samping itu tetap membangun kerukunan antar umat beragama bersama pemerintah," demikian harapan yang disampaikan Menag saat membuka Pasamuan Agung MAGABUDHI, Kamis (05/05/2016), di Auditorium HM. Rasjidi Kementerian Agama Rl Jalan MH Thamrin Jakarta, sebagaimana yang dilansir dari laman resmi kemenag.go.id.Pasamuan Agung MAGABUDHI IX telah berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (05/05/2016) hingga Sabtu (07/05/2016). Pasamuan yang diikuti 300 peserta terdiri dari perwakilan Pengurus Pusat (PP), Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), dan Pengurus Cabang (PC) seluruh Indonesia. Turut hadir dalam acara pembukaan Pasamuan Agung MAGABUDHI IX ini, Dirjen Bimas Buddha Dasikin, Sesditjen Bimas Buddha Caliadi, Pgs. Direktur Urusan dan Pendidikan agama Buddha Paniran, Pembimas Buddha DKI Jakarta Suwanto, serta Kasubdit Kelembagaan Parwadi."Hal ini harus kita dukung bersama agar suasana kehidupan menjadi membahagiakan untuk kita semua dan senantiasa terwujud bersama kita," tambah Lukman. Di hadapan para tokoh agama Buddha, Menag kembali menegaskan bahwa masyarakat Indonesia sejak dulu dikenal menjunjung tinggi nilai agama. Para pendiri bangsa dengan arif telah menjadikan nilai nilai agama sebagai perajut keragaman Indonesia. "Pemerintah memberikan apresiasi kepada para pemuka agama yang senantiasa meningkatkan kualitas keagamaan ini semakin baik," terangnya. Dikenalkan dengan pemaknaan Pancasila dalam Buddha, Menag mengaku mendapat ilmu luar biasa. Bahwa ada Pancasila dalam Buddha yang mengajarkan nilai tentang larangan mencuri, berzina, berbohong, membunuh hingga larangan mengkonsumsi makan minum yang menyebabkan hilang akal, mabuk, dan lainnya."Ini adalah hakikat sisi dalam suatu agama. Semua agama berbicara sama terkait ini, tidak hanya Buddha, tapi juga Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. Ajaran tidak boleh berbohong, berzina, membunuh, mencuri dan seterusnya, ajaran menegakkan keadilan melindungai hak asasi manusia (semua ada dalam agama). Karenanya, dalam konteks Indonesia yang beragam, kita hendaknya lebih mengedepankan sisi dalam agama. Karena di sinilah kita satu," ucap Menag. Menag berharap umat Buddha terus meningkatkan kualitasnya, tidak hanya dalam kehidupan keagamaan dan peribadatan, tapi juga dalam berkontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat luas seluruh bangsa indonesia.Pasamuan Agung digelar dalam rangka proses kaderisasi seiring akan berakhirnya masa bakti kepengurusan Pengurus Pusat MAGABUDHI periode 2011 – 2016. Untuk melaksanakan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Program Umum serta ketentuan–ketentuan lainnya dalam organisasi Majelis Agama Buddha Theravāda Indonesia, perlu dibentuk dan diangkat Pengurus Pusat MAGABUDHI baru untuk masa bakti 2016 – 2021. Pasamuan Agung MAGABUDHI sebagai pemegang wewenang tertinggi, memandang perlu untuk segera menyesuaikan dan menetapkan kembali Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Program Umum dan ketetapan–ketetapan organisasi MAGABUDHI lainnya yang dianggap perlu untuk masa bakti tahun 2016 – 2021. Pesamuan Agung MAGABUDHI IX mengangkat tema "Tulus Mengabdi Tiada Henti". Pembukaan ini dihadiri juga oleh YM Bhikkhu Sri Pannavaro Mahatera, YM Bhikhhu Dhammasubho Mahatera, YM Jothidhammo Mahatera, Drs Budi Setiawan MSc, Siwi Honoris, dan para Pandita MAGABUDHI. (BS02)