Beritasumut.com-Kematian ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga Kelurahan Haranggaol Horisan, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun terus bertambah. Jumlah ikan-ikan yang mati telah mencapai 1.800 TonMusibah kematian ikan di wilayah ini masih terus berlanjut. Tidak ada satu pihakpun yang dapat memastikan sampai kapan akan berakhir, serta langkah apa yang harus dilakukan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di usaha penangkaran tersebut.Sejumlah warga mengaku, kematian ikan sudah masuk ke tahap segala usia. Jika kemarin ikan-ikan yag mati rata-rata sudah berusia layak panen, kini bibit-bibit ikan juga turut bermatian.Ketua RT Bandar Saribu Hasudungan Siallagan mengatakan, beberapa hari ini, masyarakat hanya bisa memanenratusan bangkai ikan untuk dikubur. Ia juga mengaku, Pemerintah Daerah masih belum memberikan solusi maupun bantuan kepada masyarakat yang kini dalam suasana berduka."Kita hanya berharap bencana ini segera berakhir. Hanya itu yang bisa kami lakukan, selain daripada mengevakuasi bangkai-bangkai ikan," ujarnya, kepada beritasumut.com, Jumat (06/05/2016). Hingga kini, ratusan warga masih bergotong royong mengevakuasi bangkai-bangkai kapal, dengan menggunakan alat seadanya, dan sumbangan tumpangan kapal dari warga-warga lainnya.(BS09)