Beritasumut.com-Warga Bandar Purba Kecamatan Haranggaol Kabupaten Simalungun mengadakan gotong-royong untuk mengevakuasi bangkai-bangkai ikan yang mati di Keramba Jala Apung (KJA) di perairan Danau Toba, Rabu (04/05/2016). Aksi gotong-royong ini bentuk inisiatif warga terhadap lingkungannya. Warga setempat khawatir melihat kematian ikan yang setiap waktunya terus bertambah. Bangkai-bangkai ikan membusuk di KJA yang terendam di Danau toba berbau menyengat. Warga khawatir, hal ini dapat menyebabkan penyebaran penyakit ikan khususnya ikan-ikan sehat yang berada di ribuan KJA milik warga lainnya.Ratusan orang dari berbagai usia, secara sukarela bergotong royong membantu para peternak ikan dan petani mengevakuasi jutaan bangkai yang masih ada di dalam kerambah. Bangkai-bangkai ikan dimasukkan ke dalam plastik dan karung yang disediakan. Selanjutnya bangkai tersebut dibawa ke daratan menggunakan kapal laut milik warga, secara bergantian.Ketua RT Bandar Saribu, Hasudungan Siallagan mengatakan, bangkai-bangkai ikan itu nantinya akan ditanam di tengah hutan yang jauh dari pemukiman warga, untuk mencegah bau dan penyebaran penyakit yang mungkin bisa terjadi. "Kita buat lubang-lubang sedalam 20 meter. Kita khawatir akan muncul bencana lain selain bencana kematian ikan secara massal ini," ujarnya.Selain berpartisipasi tenaga, warga juga mendirikan posko evakuasi yang digunakan sebagai dapur umum bagi para relawan yang sudah bekerja bergotong-royong membantu membersihkan bangkai ikan. Sementara itu, hingga kini, Pemkab Simalungun belum ada memberikan solusi maupun bantuan kepada para petani yang menjadi korban bangkai ikan ini. Akibat peristiwa tersebut, diperkirakan 150 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya di KJA, akan kehilangan mata pencaharian. (BS09)