Beritasumut.com-Diduga akibat kurangnya kandungan oksigen di air, sebanyak 120 ton lebih ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga, di Bandar Purba, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun bermatian.Hasudungan, salah satu petani ikan KJA, Selasa (03/05/2016) mengatakan, kematian puluhan ribu ikan nila di dalam kerambahnya sangatlah mendadak. Hanya hitungan jam melewati malam, puluhan ribu ikan sudah mengapung kaku."Kita perkirakan 120 ton lebih ikan milik warga Bandar Purba ini mati mendadak. Kita menduga karena kurangnya oksigen dalam kandungan air danau toba," ujarnya.Kejadian ini juga, terang Hasudungan, sudah dilaporkan ke Camat, Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Simalungun. "Dinas terkait sudah turun dan sudah mengambil sempel air dan ikan yang mati untuk dibawa ke laboratorium agar diperiksa, guna mengetahui penyebab matinya ikan-ikan di KJA ini," ungkapnya.Terpisah, Camat Haranggaol Horison Jannes Saragih, mengaku belum mengetahui penyebab matinya ikan-ikan milik petani. "Belum jelas apa penyebabnya. Dinas Perikanan yang turun, juga belum bisa memastikan. Tapi ciri-cirinya seperti kekurangan oksigen," katanya.Dalam bencana kematian ikan ini, sedikitnya ada 10 petani keramba yang menjadi korban, dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(BS09)