Nenek Ginting Tewas Terjebak Api Saat Kebakaran Rumah di Medan Johor

Herman - Minggu, 01 Mei 2016 17:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052016/beritasumut_Nenek-Ginting-Tewas-Terjebak-Api-Saat-Kebakaran-Rumah-di-Medan-Johor.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Salah satu rumah di Jalan Parang II, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, Minggu (1/5), sekira jam 09.00 WIB terbakar. Akibatnya, seorang penghuni rumah, Murni beru Ginting (60), tak bisa menyelamatkan diri dan tewas terjebak api.Informasi yang diperoleh menyebutkan, awalnya korban yang sedang memasak di dapur untuk keperluan makan siang. Sambil menunggu masakannya selesai, ia pun mengisi bensin ke dalam botol di dalam kamar mandi. Korban juga diketaui seorang penjual bensin eceran. Saat menuangkan bensin ke dalam botol di kamar mandi, tiba-tiba api dari kompor menyambar botol yang berisi bensin di tangan korban. Jarak kompor dan kamar mandi hanya sekitar 5 meter. Melihat api yang langsung marak di bagian dapur rumah, korban lantas menjerit minta tolong.Sementara anak korban Hendra Sinurat (30), yang saat itu berada di dalam kamar bermain dengan keponakannya, terkejut mendengar suara jeritan dan ledakan dari dapur. Spontan Hendra pun keluar dari dalam kamar sambil menggendong keponakannya itu. Alangkah terkejutnya Hendra melihat ibunya sudah tergeletak di dapur dalam keadaan terbakar dan dapur rumah masih berkobar api.Hendra langsung menyelamatkan keponakannya keluar rumah dan meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang mendengar jeritan Hendra berhamburan keluar rumah untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Lantaran api kian membakar dapur, tak satu pun warga yang berani menyelamatkan korban. Dalam waktu setengah jam akhirnya warga berhasil memadamkan api. Beruntung rumah warga yang tepat berada disamping rumah korban tak ikut terjilat api. Tak berselang lama personel Polsekta Delitua tiba di lokasi kejadian. Sayang nyawa korban tak tertolong sehingga di evakuasi ke RSUP H Adam Malik Medan.Sejumlah warga di lokasi kejadian mengatakan, mereka kaget mendengar suara anak korban menjerit minta tolong. "Biasalah pak, kalau pagi-pagi hari Minggu gini warga banyak yang ada di rumah. Tiba-tiba terdengar kami suara jeritan minta tolong. Pas kami keluar bagian dapur rumah korban sudah terbakar. Karena apinya besar ya kami enggak berani menolong lah. Warga hanya bisa memadamkan api dengan alat seadanya. Lagi pula pas api sudah padam enggak ada satu pun pemadam kebakaran yang datang ke lokasi. Ya enggak lama datanglah polisi dari Polsekta Delitua mengevakuasi korban. Sekujur tubuhnya hangus terbakar. Iya korban jualan bensin eceran. Korban cuma tinggal bersama seorang anak dan cucunya. Suami korban berada di Tanah Karo," ujar Indra Marbun (29), warga Jalan Parang II Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor.Kapolsekta Delitua Kompol Daniel Marunduri melalui Panit I Reskrim Ipda Martua Manik, saat dikonfirmasi membenarkan adanya terjadi kebakaran dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. "Korban jiwa ada satu orang. Menurut keterangan di lokasi kejadian api muncul saat korban menuangkan bensin ke dalam botol di dapur rumahnya. Saat itu korban juga menyalakan kompor. Korban sudah kita evakuasi ke rumah sakit. Namun untuk penyebab kebakaran pastinya masih kita lakukan penyelidikan," tandasnya.(BS07).


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

15 Rumah Terbakar di Desa Sampali, 55 KK Mengungsi

Peristiwa

Terbakar, Pajak Melati Belum Dipasangi Police Line

Peristiwa

Pajak Melati, Pasar Penjualan Pakaian Bekas di Medan Terbakar