Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengatakan, perguran tinggi harus segera mereformasi diri untuk menghadapi berbagai tantangan dalam skala lokal, nasional maupun global. "Bagaimana mungkin lulusan perguruan tinggi bisa berkompetensi bila penyelenggaraan pendidikan tinggi kita tertinggal," ujarnya saat membuka Workshop Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi oleh Perguruan Tingi dalam Rangka Masyarakat Ekonomi Asean yang diselenggarakan Kampus Universitas HKBP Nomensen (UHN), akhir pekan kemarin. Erry mengatakan menurut World Economic Forum, indeks inovasi pendidikan tinggi Indonesia pada tahun 2015 adalah 4,0 atau berada di peringkat 60 dunia. Indeks tersebut menunjukan bahwa masih banyak inovasi dan teknologi yang perlu kita hasilkan untuk memecahkan berbagai masalaah kehidupan bangsa. Dilanjutkannya, globalisasi juga meningkatkan kompetisi. Saat ini indeks daya saing Indonesia yang diukur dari indikator Higher Eduation and Training menunjukkan bahwa pada tahun 2014-2015 Indonesia menduduki peringkat 60 dengan indeks daya saing 4,5. "Artinya, ada lebih banyak negara lain yang mencapai indeks daya saing lebih baik dari Indonesia, sehingga peringkat kita menurun," ujarnya.Hal ini menurut Erry tidak boleh dibiarkan. Di sisi lain, globalisasi serta MEA juga membuka jalan bagi kerjasama pendidikan, riset dan pengembangan teknologi."Dalam situasi persaingan, kita tidak bisa menjalankan pendidikan tinggi dengan cara dan kualitas yang sama.Karena kualitas yang kita capai di hari kemarin, sangat berbeda dengan kualitas yang harus dicapai pada hari esok," pungkasnya. (BS03)