Beritasumut.com-Sebanyak 5 orang warga Jalan Tempuling, Gang Ibu, Kecamatan Medan Tembung terpaksa harus dilarikan keruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan, Jumat (29/04/2016) siang. Pasalnya, mereka semua mengalami luka bakar, akibat tersambar api karena kebocoran tabung gas.Berdasarkan informasi yang dihimpun dirumah sakit tersebut, kelima korban merupakan satu keluarga. Para korban ialah, Mutiara Adinda (7), Mislawati (52), Misnap (78), Andri (29), dan Thamrin (60).Salah seorang keluarga korban, Fitriani (48) menceritakan, peristiwa bermula ketika pihaknya sedang memasak kambing, untuk acara kekahan kelahiran anak pertama dari adiknya yang juga korban, Andri. Namun ketika hendak memindahkan kompor, regulator tabung gas 3 kg yang digunakan untuk memasak pun dicabut.Usai regulator dicabut, kebocoran gas justru terjadi. Di saat yang sama, api yang berasal dari tungku yang berada tak jauh langsung menyambar sehingga membakar sejumlah orang yang ada disekitarnya. "Saat itu sedang masak kambing. Tapi ternyata tabung gasnya bocor. Kami sudah berusaha untuk menghentikan kebocoran, namun tak bisa, api malah menyambar," terangnya.Alhasil, rencana untuk hajatan syukuran pun berujung petaka. Lima orang yang menjadi korban luka bakar usai kejadian harus langsung dilarikan ke RSUD Pirngadi untuk mendapatkan perawatan intensif. "Acara kekahannya dengan mengundang anak yatim. Meskipun dengan adanya kejadian ini, kekahan tetap dilakukan. Karena sudah dipersiapkan," jelasnya.Sementara itu Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin menyampaikan, para korban saat ini sudah mendapatkan penanganan medis dari petugas rumah sakit. Masing-masing korban mengalami luka bakar dibawah 35%, kecuali Mutiara yang mengalami luka bakar hingga 40%. "Luka bakar umumnya berada di wajah, tungkai, betis, leher, dan juga kaki," ujarnya.Lebih lanjut Edison mengatakan, kemungkinannya, semua pasien setelah mendapat penangan akan menjalani rawat inap. Khususnya Mutiara, bocah kecil yang mengalami luka bakar paling banyak diantara keluarganya.(BS01)