Suara Hati Kader PP Korban Bentrok Massa

Membol: Pemimpin Itu harus Bisa Mengayomi Anggotanya

Herman - Rabu, 27 April 2016 15:41 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Membol--Pemimpin-Itu-harus-Bisa-Mengayomi-Anggotanya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03
Membol
Beritasumut.com-Harapan agar Ketua MPW PP Sumut yang terpilih pada Muswilub mendatang adalah figur yang dapat membangkitkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan juga disampaikan salah seorang kader Pemuda Pancasila (PP) yang akrab disapa Membol. Membol merupakan korban penganiayaan berat saat terjadi bentrokan massa di lokasi tanah garapan Pasar III Tembung beberapa tahun lalu. Dalam peristiwa itu Membol mengalami cacat tetap total dan kehilangan satu mata dan jari tangannya.Bukannya menyesali atas keterlibatannya dalam bentrok tersebut, pria pemilik nama lengkap Agus Indrawan ini malah bercerita soal keprihatinannya dengan kondisi organisasi PP di Sumut dewasa ini. Membol pun merindukan sejumlah tokoh yang pernah memimpin PP di Sumut dan Kota Medan seperti Donald Sidabalok dan Bangkit Sitepu."Jujur saya mengharapkan Pimpinan PP Sumut ke depan orang yang bijaksana dan mengerti kader-kader ditingkat bawah. Ini saya rasakan saat di pimpin Ketua Donald dan juga Bangkit Sitepu. Pemimpin saat itu benar-benar mengerti dan memperjuangkan anggotanya saat terbelit masalah apalagi itu urusan organisasi," ujar Membol kepada beritasumut.com, Rabu (27/04/2016).Dikatakan Membol, musibah yang dialaminya seharusnya menjadi pembelajaran tidak hanya bagi para kader tetapi juga para pemimpin organisasi. Tanpa ingin mengungkit luka lama dan menyalahkan siapa-siapa Membol merasa kurang mendapat perhatian dari pimpinan organisasi yang dicintainya ini. Pasca menderita cacat tetap total, Membol harus berjuang keras menghidupi istri dan ketiga anaknya."Memang tidak saya pungkiri ada bantuan yang diberikan ketua-ketua itu saat saya dalam masa pemulihan. Tapi abang lihat sendiri kondisi saya dengan penuh keterbatasan harus berjuang menafkahi istri dan anak-anak," ujarnya.Yang lebih menyedihkan lagi lanjut Membol, dirinya sempat bersikap layaknya seorang pengemis mendatangi rumah-rumah warga mengharapkan sumbangan untuk biaya operasi mata kanannya. "Mungkin banyak saudara-saudara saya di organisasi ini yang bernasib sama dengan saya. Untuk itu kedepannya saya tidak ingin ada membol-membol lain buah dari ketidak bijaksananya pemimpin kita," ujarnya.   Dicontohkan Membol banyak kader yang tidak mendapatkan perhatian terkait peristiwa bentrokan pasca penyerangan Kantor MPW PP Sumut yang beberapa waktu lalu terjadi. Selain kurang maksimalnya pedampingan hukum yang diberikan kepada mereka, organisasi juga kurang memperhatikan kondisi keluarga kader yang ditahan. "Saya bisa merasakan apa yang dirasakan kawan-kawan itu. Ini harus menjadi perhatian serius bagi Ketua yang terpilih nanti. Pemimpin itu tidak hanya harus bisa mengayomi anggotanya tapi juga tidak menjadikan kader-kader ini sebagai tameng untuk kepentingan pribadi dan bukan kepentingan organisasi," ujarnya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru

Peristiwa

BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan

Peristiwa

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Cek SPBU dan SPPBE, Pastikan Layanan Energi Sesuai Standar

Peristiwa

KPPU Kanwil I Terima 15 Laporan Dugaan Pelanggaran di Berbagai Sektor Semester I

Peristiwa

Pemprov Sumut Pulangkan 141 Korban TPPO dari Myanmar

Peristiwa

Walikota Medan Harapkan Pemko dan PP Tetap Solid Bangun Medan