Beritasumut.com-Pemerintah Kota Pematangsiantar memperingati HUT Ke-145 dengan mencanangkan lokasi eks pusat pemerintahan Kerajaan Siantar di Pamatang Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan sebagai kawasan heritage.Ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik melawan penjajahan, sekaligus memberikan edukasi nilai-nilai historis kepada generasi muda.Pencanangan ini juga dimaksudkan dalam rangka menopang Kota Pematangsiantar sebagai destinasi wisata, khususnya wisata historis. Mengingat Pematangsiantar memiliki banyak peninggalan sejarah karena merupakan salah satu kota terpenting sebagai pusat perkebunan di Sumatera Utara era kolonial Belanda setelah Medan. Tahun ini, Pemko Pematangsiantar akan segera merealisasikan pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik yang lokasinya direncanakan di Lapangan Adam Malik, agar terlihat dari segala penjuru kota. Pendanaannya akan ditampung APBD secara bertahap. Untuk P-APBD 2016 ini akan diupayakan Rp 3 miliar agar Panitia bisa segera bekerja. "Sebagai keturunan Sang Naualuh Damanik saya menyumbang Rp100 juta," ujar Penjabat Walikota Drs Jumsadi Damanik SH MHum saat memberi sambutan di acara Ziarah ke Jorat (Makam) Raja-raja Siantar di Pamatang, Senin (25/04/2016), seperti dilansir dari laman resmi pematangsiantarkota.go.id. Sebelum ziarah, telah digelar Sidang Paripurna Istimewa DPRD yang dipimpin Ketua Eliakim Simanjuntak dengan agenda tunggal Peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar Ke-145 yang dihadiri segenap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Direktur Utama PT Bank Sumut Edy Rizlyianto, Pengurus Lembaga Adat Simalungun Ihutan Bolon Damanik, Sekda bersama pimpinan SKPD, Perwakilan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda. Usai ziarah, acara dilanjutkan dengan pelepasan karnaval kendaraan hias, parade marching band oleh Pj Walikota bersama Forkopimda dari Jalan Merdeka depan Balai Kota. Karnaval yang menggambarkan keragaman etnis di Pematangsiantar ini berkeliling kota dengan diiringi alunan musik-musik tradisional etnis masing-masing. Dalam rangkaian kegiatan terakhir, Pj Walikota bersama Forkopimda serta Organisasi Becak Bermotor (BOMS) melakukan peletakan batu pertama Tugu Becak Siantar di Lapangan Parkir Pariwisata Jalan Merdeka. Sebelum peletakan batu pertama, Erizal Ginting selaku pembina BOMS juga menceritakan sekilas sejarah Becak Siantar yang telah menjadi warisan dunia yang tersisa di Pematangsiantar sekaligus menampilkan jenis-jenis becak asal Jerman dan Belanda langsung di lokasi acara.(BS02)