Hari Kartini

Kartini, Sosok Inspirasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)

- Kamis, 21 April 2016 18:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Kartini--Sosok-Inspirasi-Asosiasi-Ibu-Menyusui-Indonesia--AIMI-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/Ist
AIMI Sumut
Beritasumut.com-Raden Ajeng (RA) Kartini adalah sosok perempuan Indonesia yang berjuang agar kaum perempuan mendapatkan hak pendidikan sama dengan laki-laki. Kartini pula menjadi inspirasi lahirnya Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), perkumpulan para ibu yang resah karena minimnya informasi yang tepat mengenai Air Susu Ibu (ASI).

Pengurus AIMI Sumatera Utara (Sumut) drg Meriesta Dewi menggatakan, tak sedikit kaum ibu yang kesulitan mendapatkan informasi, sehingga akhirnya gagal memberikan ASI pada anaknya. Padahal, manfaat ASI sangat besar bagi bayi. Para ibu yang kesulitan memberikan ASI dengan baik pada bayinya membentuk komunitas berbagi informasi (milis grup asiforbaby) di dunia maya. 

Mia yang kini menjabat Ketua AIMI Pusat bersama 22 orang ibu muda menginisiasi lahirnya organisasi baru yang diberi nama AIMI pada tanggal 21 April 2007. Lahirnya AIMI diilhami oleh semangat perjuangan Kartini, 

"Mia (seorang ibu yang kesulitan memberikan ASI) dan teman-teman ingin memperjungkan hak ibu dalam memperoleh informasi yang tepat serta dukungan dalam memberikan ASI," ujar wanita yang akrab dipanggil Riri kepada beritasumut.com Kamis (21/04/2016). AIMI bergerak dengan basis dukungan sesama ibu menyusui untuk bisa saling berbagi informasi yang tepat mengenai ASI serta memberikan dukungan moril dan psikologis bagi ibu menyusui. Informasi seputar ASI yang beredar di masyarakat awam masih banyak yang merupakan mitos yang keliru, sehingga perlu diluruskan.

"Secara umum, ibu menyusui masih termarginalkan. Terlihat masih sangat minimnya ruang menyusui di ruang publik, sehingga para ibu memilih toilet atau tempat - tempat tidak layak. AIMI mendorong tersedianya ruang menyusui di area publik," tambahnya lagi.

Gagasan pembentukan AIMI mendapat respon positif dari para ibu di seluruh Indonesia. Hingga tahun 2016 sudah berdiri cabang di 15 propinsi dan ranting di 25 kota. Genap berusia 9 tahun, AIMI se Indonesia menggelar Serentak Menyusui Bersama Ibu-ibu dan Laktivis AIMI Nasional (SEMBILAN) yang direncanakan 24 April 2016, pukul 09.09 WIB.

Acara dilaksanakan di landmark kota masing-masing yang merupakan area publik. Di Sumut, akan dilaksanakan di Lapangan Istana Maimum Kota Medan. "AIMI ingin mengajak para ibu menyusui untuk merasa nyaman menyusui di luar rumah, terutama di area publik," katanya. (BS03)


Tag:
ASI

Berita Terkait

Peristiwa

Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola

Peristiwa

Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali

Peristiwa

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu

Peristiwa

Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu

Peristiwa

Drama Kartu Merah dan Kontroversi, PSMS Tumbang 1-2 vs Bekasi City

Peristiwa

Rekor Kandang Bekasi City Dipertaruhkan, PSMS Siap Curi Poin