Beritasumut.com-Sekretaris Komisi C yang juga anggota F-PDI Perjuangan DPRD Sumut Effendi S Napitupulu meninggal dunia akibat serangan jantung, Selasa (19/04/2016) sekira pukul 13.50 WIB, di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass, Medan. Saat ini jenazahnya disemayamkan di rumah duka, Jalan Kiwi Raya Perumnas Mandala, Medan.Kabar meninggalnya Effendi Napitupulu ini membuat kaget rekan kerjanya di gedung dewan bahkan Ketua dan anggota Komisi C Zeira Salim Ritonga, Sutrisno Pangaribuan dan Astrayuda langsung memastikan kabar tersebut dengan menghubungi nomor telepon selular yang biasa digunakan almarhum.Usai menelpon nomor almarhum, Zeira akhirnya menerima kepastian kabar duka itu dari keluarga almarhum. "Waduh, benar Pak Effendi Sekretaris Komisi kita meninggal. Jenazahnya sekarang di Rumah Sakit Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, ayo kita sekarang kesana," kata Zeira Ritonga bersama rekan se-komisinya.Kepastian meninggalnya mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini juga langsung diumumkan pihak Sekretariat DPRD Sumut melalui mikrofon gedung dewan, seraya menyampaikan rasa duka atas meninggalnya salah seorang anggota dewan yang selama ini dikenal sangat vokal terhadap kebijakan pemerintah yang salah.Menurut Efendi Panjaitan dan Zahir yang juga rekan almarhum di Fraksi PDI Perjuangan, mengaku, sangat kehilangan Effendi Napitupulu yang dikenal cukup cerdas, lugas, supel dan kritis dalam menyikapi setiap kebijakan yang dijalankan pemerintahan yang dianggap tidak memihak kepada rakyat. "Kita sudah cukup lama mengenal sosok Effendi Napitupulu, ketika sama-sama aktivis di GMKI, orangnya cukup cerdas dan enak diajak berdiskusi. Sebagai senioren kita bayak menimba ilmu dari dia, apalagi kekritisannya terhadap setiap kebijakan yang dianggap tidak memihak rakyat," tegas Efendi Panjaitan.Dalam tugasnya sehari-hari di Komisi C yang membidangi keuangan, tambah Efendi Panjaitan, anggota dewan Dapil Deliserdang ini sangat menguasai Tupoksinya (tugas pokok dan fungsinya). "Terbukti selalu kritis disetiap pembahasan APBD, apalagi dia membidangi keuangan, sangat faham betul soal APBD," ujarnya.Effendi S Napitupulu lahir di Tebingtinggi pada 8 Oktober 1952,meninggalkan seorang istri Drh Tiomindo Rentauli Panggabean dan dua orang anak laki-laki, yakni Anugerah Yoshua Napitupulu dan Anugerah Pratama Napitupulu. Rencananya jenazah Effendi akan dikebumikan pada hari, Sabtu (23/04/2016).(BS01)