Beritasumut.com-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, BNPB terus memantau gempa yang terjadi di Jepang. Sebab, kata dia, masih ada kemungkinan terjadi gempa susulan."Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk terus memantau perkembangan dampak gempa Jepang. BNPB siap jika sewaktu-waktu diminta untuk mengirimkan bantuan ke Jepang," ujarnya, Sabtu (16/04/2016).Dikatakannya, Badan Meteorologi Jepang merevisi kekuatan gempa dari 7,1 SR menjadi 7,3 SR. Sebelumnya di daerah yang sama, yaitu di Prefektur Kumamoto dengan kekuatan 6,4 SR pada Kamis (14/04/2016) pukul 21.27 waktu setempat. Gempa yang lebih besar, katanya, terjadi di wilayah Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang Selatan pada Sabtu pukul 01.25 waktu setempat atau Jumat (15/04/2016) pukul 23.25 WIB. Akibat gempa ini, 13 orang dilaporkan tewas."Pemerintah Jepang masih melakukan penanganan darurat, khususnya pencarian dan penyelamatan korban. Data sementara dampak gempa, 13 orang tewas, puluhan orang masih tertimbun di reruntuhan bangunan dan lebih 44 ribu orang harus dievakuasi," paparnya.(BS01)