Beritasumut.com-Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) Amir Rosidin menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan PLN agar krisis listrik di Pulau Nias tidak terulang kembali.PLN, katanya, akan membangun PLTG berkapasitas 25 MW. Saat ini lanjut Amir, PLN sedang mengurus perizinannya, diharapkan akhir Agustus mendatang seluruhnya bisa diselesaikan."Selain membangun PLTG, PLN juga akan melakukan pembangunan Transmisi 70 kV P Nias-Gunung Sitoli untuk memperbaiki penyaluran tenaga listrik di sistem Nias yang ditargetkan tahun 2017 sudah selesai," seru Amir di sela-sela kunjungan kerja bersama Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu, Kamis (14/04/2016) seperti dilansir dari situs esdm.go.id.Diberitakan sebelumnya, Pulau Nias mengalami krisis listrik akibat 2 PLTD sewa PLN berhenti beroperasi. Berhenti beroperasinya PLTD tersebut menyebabkan krisis listrik di Pulau Nias hingga defisit mencapai 74%. Untuk menyelesaikan krisis listrik tersebut, PLN langsung mengerahkan genset-genset yang berasal dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, bahkan dari Jakarta dan Jawa Barat yang dibawa langsung menggunakan pesawat Hercules TNI AU.Dengan pengoperasian 46 mesin genset milik PLN dari berbagai wilayah tersebut masih belum mencukupi, sehingga perlu didatangkan PLTD dari Langsa dengan kapasitas 13 MW, (sebanyak 23 Kontainer) untuk mencukupi kebutuhan listrik di Pulau Nias.Kembali beroperasinya PLTD 2x10 MW sewa tersebut menyelesaikan krisis listrik yang terjadi di Pulau Nias. PT APR (American Power Rent) selaku pemilik PLTD telah mengirimkan teknisi APR untuk mengoperasikan kembali 2 PLTD di Idanoi dan Moawo.(BS02)