Surat Peringatan Penertiban Pasar Ikan Dinilai Tergesa-gesa

- Selasa, 12 April 2016 23:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Surat-Peringatan-Penertiban-Pasar-Ikan-Dinilai-Tergesa-gesa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/BS01
Fahmy Alaydroes
Beritasumut.com-Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmy Alaydroes mempertanyakan tentang surat peringatan penertiban Pasar Ikan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang sangat tergesa-gesa.

Surat Peringatan Pertama yang dilayangkan tanggal 30 Maret lalu sangat tergesa-gesa disusul Surat Peringatan kedua dan ketiga yang berurutan dikeluarkan tanggal 6 April dan 9 April. Siapa yang sanggup mencari tempat tinggal baru secepat itu?" tanya Fahmy, di Jakarta dalam realesnya yang diterima beritasumut.com, Selasa (12/04/2016).

Fahmy menilai saat penggusuran dianggap selesai, maka sesungguhnya dampak sosialnya baru saja dimulai. Besok akan banyak disaksikan anak-anak yang tidak bersekolah, pengangguran-pengangguran baru, dan sangat mungkin rumah kumuh baru di titik yang lain.

"Kegagalan komunikasi pemerintah dengan rakyat yang dipimpinnya akan meninggalkan bekas yang dalam dan tidak akan selesai dalam hitungan bulan bahkan tahun. Akhirnya tergores luka yang membekas di hati mereka yang tergusur. Sedemikian kejamnya pemerintah terhadap rakyatnya sendiri. Luka sosial yang tak mudah tersembuhkan ini akan terus terbawa sampai ke generasi berikutnya. Bahwa mereka telah diusir dari tempat tinggal mereka, dengan cara yang kasar oleh pemimpin mereka sendiri bukan oleh pihak lain," katanya.

Secara umum, katanya,penggusuran pasar ikan atas nama pembangunan (kawasan wisata bahari) tidak dapat dibenarkan karena pembangunan itu seharusnya dinikmati oleh segenap warga DKI bukan menggusur warga kecil atau miskin dan memfasilitasi warga the have (mampu) dengan dalih pengembangan wisata dan pembangunan plaza.

Kedua, kata Fahmy, fakta yang ada semakin menegaskan bahwa Jakarta adalah milik orang kaya, Jakarta bukan tempat bagi warga miskin. Ketiga, lanjutnya, pembangunan yang berkeadilan harus lebih dikedepankan sebagai solusi. Hal ini dapat tercapai bila masyarakat miskin atau warga setempat dijadikan stakeholders dan dikonsultasikan secara aktif untuk pengembangan wilayah.

"Sehingga warga akan mendapatkan benefit dari pembangunan yang akan dilaksanakan dan bukan digusur secara paksa yang akhirnya penikmat pembagunan tersebut adalah bukan warga setempat," pungkasnya.(BS01)


Tag:
PKS

Berita Terkait

Peristiwa

Pemko Medan Tertibkan PPKS

Peristiwa

Pilkada Jakarta, PKS Resmi Usung Anies Bawesdan-Shohibul Iman

Peristiwa

UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Lepas 40 PPKS Periode 2023-2024

Peristiwa

Pj Gubernur Rayakan HUT ke-76 Provinsi Sumut Bersama PPKS

Peristiwa

Polrestabes Medan Kawal Kegiatan PKS Sapa Anies Baswedan di Lapangan Astaka Pancing

Peristiwa

Nadiem Luncurkan Permendikbud Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan