Beritasumut.com-Tayangan televisi saat ini banyak menampilkan siaran yang kurang mendidik.Anak-anak pun menjadi korban utama dari siaran tersebut.Film anak-anak misalnya, banyak yang ceritanya justru tidak berhubungan langsung dengan dunia anak, malah tentang kehidupan manusia dewasa. Burhanuddin yang hadir sebagai pembicara dari Biro PP Anak dan KB dalam diskusi publik di Ruang Kenanga Kantor Gubsu, Senin(11/04/2016), menegaskan, penduduk di Indonesia hampir sepertiganya adalah anak-anak.Sementara kebanyakan dari mereka menonton tayangan televisi yang tidak sesuai dengan usianya."Perlu dipahami hampir 1/3 penduduk di Indonesia ini adalah anak-anak. Jadi ini harus jadi perhatian serius kita bersama," katanya.Dia juga berharap, KPID memikirkan konten isi siaran yang berhubungan dengan anak-anak. Media yang mudah diakses di satu sisi membawa dampak positif bagi perkembangan anak, namun di sisi lain, bila kurangnya pengawasan bisa mengakibatkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak itu sendiri. "Masyarakat, terutama orangtua kiranya harus sadar akan hal itu, sehingga penting untuk memahami mana tontonan yang baik bagi anak, mana yang tidak," katanya.Sementara itu Komisioner KPID Sumatera Utara Abdul Haris Nasution berharap ke depan lembaga KPI bisa diperkuat."Kita ingin ada sanksi denda bagi lembaga penyiaran yang melanggar. Sanksi denda itu minimal Rp100 juta, maksimal Rp1 miliar.Kalau ada denda kan pasti ada efek jera. KPID pasti bisa lebih menggigit. Ini terkadang posisi kita lemah bila berhadapan dengan lembaga penyiaran. Harus dievaluasi itu," katanya. (BS03)