Beritasumut.com-Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) menyebut kinerja direksi PDAM Tirtanadi saat ini kian mengecewakan masyarakat yang menjadi konsumen. Bahkan, jauh dari empat tugas utama yang dimandatkan, yaitu peningkatan cakupan pelayanan, kontribusi PAD, meningkatkan dan menjaga sumber daya air, dan mengembangkan produk air minum di antaranya air minum dalam kemasan."Ketika Direksi baru dilantik pelanggan PDAM Titanadi menaruh harapan besar persoalan pelayanan air minum di Kota Medan akan teratasi. Tetapi fase satu tahun direksi baru dari sisi konsepsi Tiga Tas, ternyata masih terasa rasa usang (lama). Jika diurut dari segi pelayanan aliran air PDAM Tirtanadi tidak hanya 'ngadat' saja. Produk air yang sampai ke rumah pelanggan tergolong kotor dan berbau," ungkap Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi Siregar, Senin (11/04/2016).Dikatakannya, tumpukan keluhan pelanggan dari masyarakat justru semakin parah, misalnya meteran belum dicatat sehingga tidak ada pedoman yang jelas untuk bayar tagihan rekening air membengkak, pipa bocor tidak segera diperbaiki sehingga sering macet, air sering mati, air sering tidak mengalir dan sistem yang buruk dalam pengelolaan air. "Kini, pelayanan PDAM Tirtanadi bukan semakin baik tetapi justru semakin menyebalkan! Padahal pelanggan untuk memenuhi aktivitasnya senantiasa mengandalkan jasa pelayanan PDAM Tirtanadi," sebutnya.(BS01)