Beritasumut.com-Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mengirimkan genset dari berbagai daerah untuk memulihkan listrik di Nias. PLN menargetkan dalam lima hari ke depan 80% kebutuhan listrik di Nias akan terpenuhi.Hal ini dikatakan Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Regional Sumatera Amir Rosidin, usai sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dalam mendukung 35.000 MW di Regional Sumatera bersama pihak Kejaksaan, di Medan, Rabu (06/04/2016).Amir menjelaskan, permasalahan listrik di Nias dikarenakan dua PLTD sewa 2x10 MW yang berada di Nias berhenti beroperasi. Hal ini akibat dari penyedia jasa sewa PLTD Nias melakukan pemutusan sepihak oleh pemilik mesin PLTD sewa secara tiba-tiba (2 hari sebelum jatuh tempo), seharusnya sesuai kontrak 2 bulan sebelum jatuh tempo. Hal ini, katanya, menggangu pasokan listrik yang mencapai 24 MW di Nias pada saat beban puncak.Sementara itu, Manajer Senior Public Relation PLN Agung Murdifi, menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan genset dari Jakarta ke Nias dengan kapasitas 1,9 MW. "Kemudian dari Langsa 12 MW sudah berangkat, begitu juga dari Riau 3,2 MW, sehingga ditambah dari Jakarta 1,9 MW, maka totalnya sekitar 17,1 MW. Kita berharap pada beban siang dalam tiga hari ke depan sudah tidak ada pemadaman lagi," jelasnya.Sebelumnya, pihaknya juga telah mengirimkan genset dari Medan, penambahan genset masing-masing berkapasitas antara 100 hingga 400 kW. Keseluruhan genset ini bisa langsung dinyalakan begitu tiba di Nias. Sebelumnya, dari Langsa juga dikirimkan 1,3 MW sebanyak 23 kontainer. Dari wilayah Sumbar sebanyak 4 unit genset masing-masing berkapasitas 100 kW, yang berasal dari Area Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh."Ke depan, PLN akan segera membangun PLTMG berkapasitas 25 MW, di samping pembangkit diesel milik PLN dengan lokasi yang telah tersedia. Program ini direncanakan beroperasi pada Agustus 2016," sebutnya.(BS01)