Beritasumut.com-Even Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-45 tahun 2016 dinilai sebagai ajang kalender tahunan dari Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). Tak pelak PRSU dianggap sebagai kegiatan pemborosan dan menghabiskan anggaran semata."Kalau kita lihat evennya terus menerus setiap tahunnya tidak ada inovasi, tidak ada manfaat bagi masyarakat, sehingga hanya menjadi ajang untuk meneruskan kalender tahunan semata. Ini malah menjadi pemborosan dan membuang-buang anggaran," ujar pengamat sosial dari UMSU Shohibul Anshor Siregar, kepada beritasumut.com, Senin (04/04/2016).Dinilai Shohibul, even tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, karena saat ini dengan adanya keterbukaan informasi, maka semua yang disajikan di PRSU itu bisa digogling oleh masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang mengunjungi PRSU."Kalau dulu orang mau pergi ke PRSU itu karena ingin mendapatkan informasi yang selama ini hanya bisa diakses di kantor-kantor resmi pemerintah, seperti berapa data perkebunan, berapa panjang jalan, dan lainnya. Tapi saat ini dengan sangat terbukanya informasi, semua data itu bisa dicari dari internet," terangnya.Makanya, jelas Shohibul harusnya panitia penyelenggara dan Pemprovsu mengkaji terlebih dahulu agar dapat mengimbangi kemajuan tersebut baru kemudian menggelar kembali even PRSU. Kalau hal itu tidak dilakukan, seperti even yang sedang berlangsung saat ini sama sekali tidak memberikan manfaat bagi masyarakat."Kalau pun di sana mendatangkan hiburan dan artis, masyarakat juga bisa melihat artis dari televise, youtube dan lainnya? Jadi tidak ada yang menarik. Itu sama halnya ketika kampanye politik dilakukan dengan mendatangkan artis, masyarakat yang datang melihat hanya artisnya saja, sedangkan isi dari kampanye nya itu sama sekali tidak dilihat," terang Shohibul.Padahal kata Shohibul, kalau even ini dikelola dengan baik, seperti membuat expo yang lebih menarik menggandeng seluruh elemen pihak swasta, pemerintah hingga perguruan tinggi, maka even ini tentu akan menjadi jendela bagi masyarakat untuk melihat bagaimana perkembangan Sumut. (BS03)