Beritasumut.com-Banyaknya sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016 ini membuat pelaksanaan UNBK lebih simpel.Pada UN 2015 lalu hanya terdapat 554 sekolah penyelenggara UNBK, di tahun ini naik menjadi 4.381 sekolah, atau naik sebesar 800 persen.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, penyelenggaraan UNBK membuat persiapan pelaksanaan ujian menjadi lebih simpel karena tidak memerlukan pencetakan dan distribusi naskah soal. Selain itu ada beberapa manfaat yang diperoleh dari UN Berbasis Komputer itu, antara lain bisa menambah variasi soal dan mengurangi potensi kecurangan.Ia berharap, dalam jangka panjang seluruh sekolah di Indonesia secara bertahap juga bisa menyelenggarakan UNBK. Pengadaan komputer di sekolah-sekolah, lanjut Mendikbud, seharusnya ditujukan untuk proses pembelajaran berbasis komputer, atau komputerisasi, bukan sekadar untuk UNBK."Kita ingin proses pengadaan komputer di seluruh wilayah bukan hanya untuk UNBK, melainkan untuk belajar. Untuk apa beli komputer kalau hanya untuk ujian? Komputerisasi itu digunakan dalam pembelajaran. Bahwa nanti bisa dipakai untuk ujian, itu hal baik," ujar Mendikbud saat jumpa pers UN 2016 di Posko UN, Gedung Ki Hajar Dewantara Kemendikbud, Jakarta seperti dilansir situs kemdikbud.go.id, akhir pekan kemarin.Daerah yang paling banyak dalam menyelenggarakan UNBK adalah DI Yogyakarta. Sementara di luar Pulau Jawa, ada di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua. Selain itu ada satu kota di Indonesia yang seluruh sekolahnya menyelenggarakan UNBK, yaitu Kota Surabaya. Mendikbud sendiri berencana akan meninjau pelaksanaan UNBK di Kota Surabaya pada hari pertama UN SMA/sederajat, yaitu Senin, 4 April 2016."Saya ingin melihat bagaimana seluruh sekolah di satu kota menggunakan UN Berbasis Komputer, seperti apa pelaksanaannya," tutur Mendikbud.Untuk kelancaran pelaksanaan UNBK, Mendikbud mengimbau semua pemerintah daerah yang menyelenggarakan UNBK melakukan koordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di daerahnya masing-masing untuk memastikan tidak terjadinya pemadaman listrik saat UNBK berlangsung. Kemendikbud sendiri telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengamankan pelaksanaan UNBK, antara lain dengan PLN Pusat, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). (BS02-Ist)