Beritasumut.com - Orang yang merantai kaki RP (8) di Medan ternyata bukan ayahnya seperti pengakuan bocah itu. Ompung atau kakek dari RP, Maniur Lumbangaol (79), menyatakan dia yang melakukannya.
Laki-laki renta yang bekerja sebagai penarik becak bermotor itu mengaku merantai RP karena cucunya nakal.
"Sudah capek aku. Makanya kurantai kakinya. Kubujuk dia sekolah, tapi tak mau dia. Memang nakal anak ini," beber Lumbangaol di Mapolsek Medan Timur, Jumat (4/3/2016).
Laki-laki tua bertongkat ini mengatakan, meskipun sudah dilarang, RP selalu main layang-layang dan ke warung internet.
"Tiap hari kuantar ke sekolah, tapi lari dia, main-main. Makanya kurantai kakinya biar dia malu dilihat kawannya," ujar Lumbangaol terbata-bata.
Dia menceritakan, RP dan tiga adiknya tinggal bersamanya di Jalan Gurilla Gang Mustika, Medan. Lumbangaol bersama anaknya mengasuh mereka setelah ditinggalkan kedua orangtuanya.
"Bapaknya jumpa mamaknya di Malaysia. Sekarang aku tidak tahu di mana mereka. Mereka tinggal denganku, aku ngasih makan semua, tapi anak-anakku yang menjaga," kata Maniur.
Dia beralasan, rantai itu sengaja diikatkan ke kaki RP untuk membuatnya malu bertemu kawan-kawannya, sehingga mau menjaga adik-adiknya di rumah. Bagian rantai lainnya dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Rantai itu digembokkan ke kaki RP sekitar 10 hari lalu. Menurut Lumbangaol, dia tetap memberi bocah itu makan.
RP akhirnya melarikan diri. "Tadi malam dia lari dari rumah," jelas Lumbangaol.
Lumbangaol mengaku siap menanggung risiko atas perbuatannya. "Kalau memang salah, biarlah aku ditahan," ujarnya pasrah.
Seperti diberitakan RP ditemukan tengah berjalan dengan posisi kaki terikat rantai di Jalan HM Yamin Gang Sado/Jalan Ibrahim Umar. Dia kemudian dibawa petugas ke Mapolsek Medan Timur.
Rantai yang digembokkan ke kaki kanan RP kemudian diputuskan. Petugas juga memberi makan dan memandikannya. Kapolsek Medan Timur Kompol BL Malau juga membelikannya baju, karena pakaian yang dikenakannya sudah lusuh. (BS-001)