Tolak Penggusuran, Masyarakat Pinggir Rel Demo PT KAI

Redaksi - Senin, 15 Februari 2016 13:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022016/beritasumut_Tolak-Penggusuran--Masyarakat-Pinggir-Rel-Demo-PT-KAI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK-MPR) Kota Medan berunjuk rasa di Kantor PT KAI, Jalan M Yamin, Medan, Senin (15/2/2016).
Beritasumut.com - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK-MPR) Kota Medan berunjuk rasa di Kantor PT KAI, Jalan M Yamin, Medan, Senin (15/2/2016).Aksi ini diikuti oleh orang tua, pelajar SD, SMP dan mahasiswa yang tinggal di pinggir rel dari Stasiun Besar Kereta Api Medan hingga Brayan.Ketua FK-MPR Kota Medan Jhoni Naibaho mengatakan, penggusuran yang dilakukan PT KAI terhadap masyarakat pinggir rel menyakiti hati rakyat."Sebagai negara demokrasi panglimanya adalah rakyat. Pemerintah sebagai penyelenggara harus hadir untuk melindungi hak-hak rakyat untuk hidup," katanya.Masyarakat yang tinggal di pinggir rel tidak menolak keinginan PT KAI untuk membangun rel. Masyarakat hanya ingin direlokasi secara layak."Kami ingin pemerintah dapat memberikan relokasi yang layak, agar kami dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan dapat membesarkan akan kami," jelasnya.Jika penggusuran tetap dilakukan, katanya, maka akan ada ribuan anak bangsa putus sekolah dan menjadi gelandangan."Kami tidak perlu tali asih. Yang kami perlukan adalah relokasi yang layak, agar anak kami yang sebagai penerus bangsa tidak jadi gelandangan. Jika pembangunan rel dipending, maka Indonesia tidak akan runtuh," katanya.Untuk itu, waga mendesak PT KAI untuk membatalkan penggusuran daerah sepanjang rel sebelum adanya relokasi."Kita meminta relokasi yang layak dan manusiawi bagi seluruh rakyat yang terdampak dari rencana penggusuran," ungkapnya.Mereka juga mendesak Pemko Medan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat pinggir rel."Kita menolak keterlibatan TNI, Polri, Satpol PP serta aparat terkait dalam penggusuran. Kita juga menuntut DPRD Medan untuk menepati janji dalam penyelesaian proses penggusuran," pungkas Naibaho. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemko Medan Tawari Masyarakat Pinggir Rel Tinggal di Rusunawa

Peristiwa

Kena Pembangunan Jalur Ganda, Masyarakat Pinggir Rel Minta Direlokasi

Peristiwa

Jelang Pembangunan Rel Ganda Medan-Kualanamu, PT KAI Lakukan Penertiban

Peristiwa

Pensiunan PT KAI Meninggal Saat Main Catur

Peristiwa

Ini Tarif Promo Mudik Lebaran 2015

Peristiwa

Warga Minta DPRD Medan Kawal Proses Hukum PT KAI