Imbas Pembangunan Rel Ganda di Medan, Warga dan Jemaat Vihara Timur Sakti Kehilangan Akses Jalan

Redaksi - Rabu, 10 Februari 2016 17:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022016/beritasumut_Imbas-Pembangunan-Rel-Ganda-di-Medan--Warga-dan-Jemaat-Vihara-Timur-Sakti-Kehilangan-Akses-Jalan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Komisi D DPRD Medan melakukan peninjauan lapangan.
Beritasumut.com - Pembangunan rel ganda yang dikakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kota Medan berefek panjang. Warga dan jemaat Vihara Timur Sakti di kawasan Jalan Spoor 24, Medan Area kehilangan akses keluar masuk mereka untuk beraktifitas.Untuk menyiasatinya warga meminta DPRD Kota Medan untuk menjembatani warga dan jemaat agar bisa membuka akses jalan baru disepanjang jalur hijau yang lahannya kini dikuasai Komplek Asia Mega Mas."Setelah PT KAI melakukan relokasi warga di kawasan Jalan Spoor 24 otomatis warga tidak lagi memiliki akses ke kawasan tersebut. Untuk itu warga dan jemaat vihara meminta Pemko Medan membuka akses di sepanjang jalur hijau," jelas Yakob salah seorang pengurus vihara didampingi Jansen warga Jalan Spoor kepada Komisi D yang melakukan kunjungan lapangan yang dipimpin langsung Ketua Komisi D DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu, Rabu (10/02/2016).Diakuinya, setelah dilakukannya pembongkaran oleh PT KAI warga dan jemaat terpaksa menggunakan akses ke lahan yang dikuasai Komplek Asia Mega Mas."Karena akses tak ada, jemaat terpaksa menjadikan lahan Asia Mega Mas sebagai akses menuju ke vihara," jelasnya.Yakob juga mengharapkan DPRD dan Pemko Medan bisa menjembatani jemaat dan warga untuk bisa mendapatkan akses jalan sebagai sarana penunjang aktifitas mereka."Harapan kita ada akses untuk aktifitas jemaat dan warga di kawasan ini sehingga masyarakat dan jamaah bisa leluasa," jelasnya.Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi D Sabar Syamsurya Sitepu mendukung keinginan warga yang kehilangan akses jalan setelah dilakukannya pembongkaran oleh PT KAI."Kita melakukan peninjauan ke lapangan setelah adanya pengaduan warga yang kehilangan akses jalan, kita melihat kondisinya sangat memprihatinkan," jelas Sabar dalam kunjungan tersebut didampingi sejumlah Anggota DPRD Medan lainnya yakni Landen Marbun, Paul Mei Anton Simanjuntak, Robi Barus, Sahat Simbolon, Muhammad Nasir, Daniel Pinem, Ahmad Arief, Mulia Asri Rambe dan Abdul Rani.Dalam kesempatan tersebut, Sabar sangat berharap warga dan jamaah vihara bisa mendapatkan akses untuk beraktifitas."Yang mereka harapkan adalah akses jalan untuk mereka beribadah dan akses beraktifitas. Kita sangat mengharapkan Pemko Medan dan pihak Asia Mega Mas untuk duduk bersama," jelasnya.Sementara itu soal lahan yang diminta warga dan jemaat vihara untuk akses jalan, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah pihak termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN)."Soal lahan yang diminta warga untuk dijadikan jalan baru, kita sudah meminta BPN melihat posisi lahan tersebut apakah termasuk kedalam lahan Asia Mega Mas atau lahan negara yang merupakan garis sepadan," jelasnya seraya mengatakan jemaat dan warga juga siap membayar lahan tersebut jika nantinya diperlukan.Sementara itu, Anggota DPRD Medan Landen Marbun yang sangat prihatin melihat kondisi warga korban penggusuran PT KAI."Kondisinya warga sekarang tidak lagi memiliki akses, mereka sangat berharap bisa mendapatkan akses jalan untul keluar masuk mereka," jelas Landen yang langsung meninjau kondisi pemukiman warga korban tergusur. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern