Beritasumut.com - Prajurit TNI AL menyergap penyelundup di perairan Tanjungbalai Asahan, Jumat (22/1/2016) pagi. Seorang diduga penyelundup dikabarkan tewas sementara seorang lagi mengalami luka berat.
Berikut kronologis kejadian seperti disampaikan Kepala Dinas Penerangan Lantamal I Mayor Laut Sahala Sinaga melalui pesan elektronik, Jumat sore.
Awalnya pengawas meneropong tiga kapal yang bergerak masuk alur dengan lampu dimatikan pada pukul 05.30 WIB.
Pukul 06.10 WIB, empat personel TNI AL dipimpin Lettu (P) Irawan, tanpa senjata meluncur ke arah ketiga kapal tersebut dengan menggunakan sekoci KAL BOA.
Sekoci kemudian mendekat pada jarak 10 meter dan akan merapat. Namun dari kapal tersebut ada sekira 60 orang mengeluarkan senjata tajam berupa parang, golok dan kayu serta sambil melempar sejumlah benda ke arah sekoci.
Mendapat perlawanan, sekoci kemudian mundur dan kembali ke kapal. Sekoci kembali meluncur menuju empat kapal kayu yang kemungkinan membawa barang ilegal dengan dilengkapi senjata empat pucuk AK 47 terisi peluru.
Masih menurut Sinaga, pada pukul 06.35 WIB, sekoci mendekat, namun orang-orang yang berada di empat kapal kayu tersebut tetap melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam dan beberapa orang melempari sekoci dengan benda-benda tajam.
Prajurit TNI AL kemudian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Perlawanan semakin sengit. Empat kapal melakukan manuver mengarah ke sekoci dan salah satu mengarahkan haluan ke sekoci untuk menabrak.
Pukul 06.45 WIB, posisi sekoci semakin terjepit oleh kapal kayu dengan jarak 10 meter. Bahkan beberapa lemparan mengenai sekoci.
Sekoci kemudian melakukan manuver menjauhi kapal kayu sambil mengikuti dari belakang sampai tiang pintu masuk alur hingga akhirnya kembali ke KAL BOA yang posisi lego jangkar.
"Diperoleh informasi bahwa empat kapal tersebut adalah kapal yang disiapkan pihak penyelundup untuk melangsir barang ilegal dari kapal induk yang diawaki oleh preman bayaran untuk melawan aparat yang berusaha menangkap," papar Sinaga.
Dari empat kapal tersebut terdapat satu orang meninggal dunia yakni Eka Saputra (39) yang mengalami luka di kepala belakang dan satu orang luka berat dibawa ke RSUD TBA.
Kapal induk yang diduga membawa barang ilegal telah ditangkap kapal Bea dan Cukai dan dikawal ke menuju Belawan.
Setelah kejadian tersebut, sebanyak prajurit 60 TNI AL dikirim ke Tanjungbalai Asahan. Tidak hanya itu, KAL Telaga Tujoh juga dikirim ke Tanjungbalai Asahan, pungkas Sinaga. (BS-001)