Jelang Pembangunan Rel Ganda Medan-Kualanamu, PT KAI Lakukan Penertiban

Redaksi - Kamis, 21 Januari 2016 17:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012016/beritasumut_Jelang-Pembangunan-Rel-Ganda-Medan-Kualanamu--PT-KAI-Lakukan-Penertiban.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
PT KAI melakukan penertiban.

Beritasumut.com - PT KAI melakukan penertiban bangunan di lahan mereka yang akan digunakan untuk pembangunan rel ganda Medan-Kualanamu, Kamis (21/1/2016). PT KAI membongkar rumah-rumah di tepi lintasan dekat Jalan Perguruan, Mandala, Medan.

Penertiban dilakukan PT KAI didukung alat berat dan dikawal personel TNI dan kepolisian. Warga diberitahukan lahan yang dibongkar berjarak 14 meter dan 12 meter dari rel.

Sebagian warga sempat melakukan perlawanan dengan melempari escavator.

"Ada warga yang melempari alat berat. Gak lama, hanya sekitar 10 menit," ujar Sumiati (40), seorang warga.

Sumiati mengaku dapat menerima penertiban itu. Perempuan ini dapat menerima uang kerahiman Rp1,5 juta. Dia dan beberapa warga lain membongkar sendiri rumahnya dan memindahkan barang-barang dari dalam rumah.

"Mau gimana lagi, toh ini lahan mereka. Yang melawan itu minta waktu 2 minggu dan minta negosiasi agar uang kerahimannya ditambah. Mereka mengadu ke DPRD Medan," imbuhnya.

Sejumlah Anggota DPRD Medan memang terlihat datang ke lokasi. Saat mereka datang, penerbitan sedang berhenti karena jam makan siang.

Kepada wartawan, anggota dewan mengaku kecewa dengan penertiban itu.

"Kami kecewa, karena seharusnya kita besok masih harus RDP dengan PT KAI terkait masalah ini. Sebelumnya warga minta waktu 2 minggu ke depan jangan dulu ada pembongkaran. Mereka minta negosiasi dana kerohiman dari Rp1,5 juta menjadi lebih layak. Intinya kami menyesalkan penertiban ini," ujar Anggota DPRD Kota Medan Hasyim. 

Para anggota dewan ini kemudian berbincang dengan pimpinan militer yang mengawal penertiban. Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto juga muncul di sana.

Mereka sepakat bergerak ke kantor PT KAI untuk membicarakan penertiban dan RDP yang akan digelar. Penertiban terlihat tidak berlanjut.

Usai pertemuan, Mardiaz meminta masyarakat sadar lahan yang mereka diami milik PT KAI.

"Jadi kalau sewaktu-waktu mereka ingin menggunakannnya, masyarakat harus berbesar hati," katanya.

Menurut dia, perlawanan warga terjadi karena adanya provokator. Karena itu dia juga mengerahkan 30 personelnya untuk melakukan pengamanan. 

Lahan yang ditertibkan akan digunakan untuk pembangunan jalur ganda kereta api dari Medan ke Bandara Kualanamu. Akan ada jalur layang di Kota Medan. Anggaran proyek ini sudah ditampung di APBN. Pekerjaan dijadwalkan rampung dalam dua tahun. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern