Beritasumut.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Janderal Mulyono kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) 121 Macan Kumbang Kodam I Bukit Barisan di Desa Jaharun B, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Rabu (23/12/2015).
KSAD dalam arahannya kepada Prajurit Yonif 121 MK, mengatakan kebijakan TNI AD pada saat ini salah satunya melaksanakan serbuan teritorial yang bertujuan untuk mendukung program kerja pemerintah yaitu dalam rangka menambah swasembada pangan rakyat Indonesia.
Dikutip dari situs resmi TNI AD, Kamis (24/12/2015), hingga saat ini institusi yang paling dipercaya rakyat yaitu TNI. TNI saat ini masih dipercaya di mata masyarakat untuk mengatasi semua permasalahan Bangsa Indonesia.
Presiden Joko Widodo selaku kepala pemerintahan di depan forum umum mengatakan TNI harus ikut turun ke seluruh wilayah untuk mendukung dan membantu rakyat.
Oleh karena itu prajurit yang berada di Deliserdang saat ini harus sungguh-sungguh mempunyai manfaat yang dirasakan masyarakat setempat, seperti penanaman padi, jagung dan kacang kedelai yang dilakukan Kodim 0204 DS di areal persawahan seluas 110 hektare di Ramunia.
Lebih lanjut KSAD mengatakan TNI merupakan benteng negara kita. Apabila terjadi suatu konflik yang mengancam keselamatan Negara Indonesia, maka TNI yang akan menjadi penyelamat bangsa.
Oleh karena itu jadilah prajurit yang berguna bagi bangsa dan negara, jadilah seorang prajurit yang profesional, ikuti perkembangan jaman, teruslah belajar dan berlatih dengan ilmu-ilmu yang berkembang pada saat ini. Gunakan ilmu yang bersifat positif dan tinggalkan yang bersifat negatif yaitu yang bisa merugikan bangsa dan negara.
"Kedepan kita akan perbekali Batalyon Infanteri dengan persenjataan, pakaian dan peralatan yang canggih termasuk satuan-satuan lainnya, serta kita bekali kemampuan dan pelatihan Raider," kata KSAD.
Seorang prajurit harus mempunyai ciri khas yang tersendiri dibandingkan dengan masyarakat biasa, prajurit harus berpenampilan yang gagah, ketika berjalan, berpakaian dan bersopan santun kepada masyarakat.
Tanamkanlah sifat disiplin dihati seorang prajurit, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, dengan demikian kalian akan menjadi prajurit yang jauh dari sifat-sifat yang negatif.
Sifat disiplin bisa terwujud dari dalam hati seorang prajurit, jika prajurit bersungguh-sungguh menanamkan kedisiplinan tersebut, tidak harus karena sesuatu paksaan tetapi karena kesadaran yang melekat di dalam diri seorang prajurit.
Seorang prajurit harus mahir dalam menghadapi suatu peperangan ataupun pertempuran dan terus berlatih guna memelihara kemampuan yang sudah ada.
Di akhir pengarahannya, KSAD menyampaikan kepada para ibu-ibu Persit bahwasannya tugas ibu Persit ada dua. Pertama, mengurus rumah tangga dan yang kedua ikut dalam organisasi Persit.
"Kita harus menyadari bahwasannya ibu adalah istri tentara untuk itu syukuri dan pergunakan gaji yang sudah ada dengan baik, dengan demikian ketentraman dalam rumah tangga akan terwujud," pesan KSAD.
Selalu mendukung dan memberi semangat kepada suami ketika bekerja dan berlatih, hindari sifat-sifat yang membuat kerusakan dalam rumah tangga.
Pengarahan KSAD Janderal Mulyono dihadiri 904 personel Prajurit Yonif 121 MK beserta Ibu Persit.
Juga hadir dalam kegiatan tersebut Asops KSAD Mayjen Joni Lumban Tobing, Aslog KSAD Mayjen Suratmo, Aster KSAD Mayjen Kustanto, Pangdam l BB Mayjen Lodewyk Pusung, Kasdam l BB Brigjen Widagdo Hendro Sukoco. (BS-001)