Beritasumut.com - Seorang pedagang Pusat Pasar Medan bernama Gidion Ginting (44) warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, tewas usai dianiaya oleh sejumlah pria, Jumat (18/12/2015) malam.
Gidion dianiaya di salah satu pos jaga malam Pusat Pasar Medan. Belum diketahui motif penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.
Informasi dihimpun, korban sempat selisih paham dengan salah seorang pedagang di Pusat Pasar.
Tak lama kemudian, penjaga malam dan sejumlah pria berambut cepak datang, lalu membawa korban ke pos penjaga malam berukuran 2X3 meter.
"Di sana korban dianiaya dan dipaksa meneken surat. Karena korban tidak mau, pelaku terus menganiayanya hingga babak belur," kata seorang saksi mata bernama Mak Teta (48) yang merupakan pedagang perhiasan.
Selanjutnya, korban dilepaskan dalam kondisi babak belur. Dia langsung roboh dan tak sadarkan diri begitu keluar dari pos jaga malam.
Pedagang yang melihat korban, langsung melarikannya ke Rumah Sakit Murni Teguh, namun nyawa korban tidak terselamatkan.
Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi.
Kapolsek Medan Kota Kompol Ronald Sipayung ketika dikonfirmasi, mengatakan pihaknya masih menyelidiki terkait kasus ini.
"Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi. Kasus ini masih kita lidik," demikian Ronald.
Salah seorang pedagang bermarga Nasution, meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan korban.
"Para pelaku harus diungkap seluruhnya, termasuk otaknya. Mereka harus dihukum setimpal. Pihak PD Pasar Medan juga harus bertanggung jawab," pungkasnya. (BS-031)