Beritasumut.com - Plt Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi menyebutkan jiwa kepemimpinan merupakan suatu sifat yang dianugerahkan Tuhan pada manusia."Kepemimpinan bagian softskill. Artinya suatu kemampuan yang berhubungan dengan mengendalikan diri sendiri," kata Plt Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Pemuda Dispora Sumut M Tohir saat membuka seminar Pemantapan Jiwa Kepemimpinan Bagi Kalangan Pemuda dan Outbond Kepemimpinan, di Wesley House, Medan, Senin (30/11/2015).Seminar diselenggarakan Forum Generasi Muda Solidaritas Kebangsaan (FGMSK) Sumut dengan melibatkan 75 peserta dari kalangan mahasiswa dan ormas se Sumut.Hadir pada acara tersebut, Ketua FGMSK Sumut Rotua Sibagariang, Ketua Panitia Devri Facrizal Munthe dan sebagai nara sumber, Dispora Sumut, Kodam I BB, Polda Sumut, dan BNN Sumut.Selanjutnya Plt Gubernur mengharapkan, kegiatan ini dapat memberi harapan-harapan yang positif sebagai output pengelolaan forum kepemudaan di daerah sekaligus merupakan awal persiapan dalam proses pengembangan diri baik di lingkungan forum maupun masyarakat."Untuk itu, FGMSK Sumut harus turut mensosialisasikan inti pola dasar pelayanan kepemudaan sesuai UU RI No 40 Tahun 2009 tentang penyadaran pemberdayaan dan pengembangan kepemudaan," ajaknya.Selain itu, tambahnya, FGMSK Sumut dapat mensinergikan potensi minat dan bakat para generasi muda dengan aktivitas yang menghasilkan calon-calon pemimpin di lingkungan masing-masing. Bisa saja dari peserta seminar ini lahir calon pemimpin dalam kurun waktu 10 atau 15 tahun mendatang."Nah, pemimpin yang memancarkan suatu visi dengan wujud masa yang kedepankan semangat persatuan dan kesatuan untuk membentuk pemuda yang berkapasitas," katanya.Sementara Ketua FGMSK Sumut Rotua Sibagariang menyatakan siap mendukung program Pemprov Sumut dalam upaya melahirkan pemuda yang memiliki jiwa kepemimpinan, apalagi kepemimpinan mereflesikan suatu kekuatan dengan memiliki kontribusi signifikan terhadap masyarakat."Menjadi seorang pemimpin ideal memang sulit dan memerlukan proses panjang, namun bukan tak mungkin bisa lahir pemimpin yang berdiri pada koridor positif," katanya. (BS-030)