Ketika Ramadhan Pohan Berdendang Melayu

Redaksi - Senin, 09 November 2015 19:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112015/beritasumut_Ketika-Ramadhan-Pohan-Berdendang-Melayu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Ramadhan Pohan joget Melayu.

Beritasumut.com - Calon Wali Kota Medan Nomor Urut 2 Ramadhan Pohan mendendangkan lagu Melayu di depan pintu masuk Istana Maimun, Jalan Katamso, Medan, Senin (9/11/2015).

Ramadhan yang dikenal hobi bernyanyi itu mencuri perhatian pengunjung saat menyanyikan lagu Melayu berjudul Cinta Hampa. Suara merdu Ramadhan dan irama musik Melayu membuat para pengunjung berhenti dan duduk untuk menonton penampilan Ramadhan.

"Saya suka menyanyi. Lagu-lagu daerah harus dikembangkan. Pentas seni budaya juga harus dibuka untuk meningkatkan minat generasi muda untuk mencintai seni budaya daerah," ujar Ramadhan usai bernyanyi.

Dia mengatakan sudah seharusnya Istana Maimun selaku ikon Kota Medan mendapat perhatian khusus dari Pemko Medan dalam pengembangan dan pelestarian cagar budaya di Sumatera Utara (Sumut).

Salah satu cara perhatian Pemko Medan yakni dengan memberikan bantuan secara periodik pertahunnya ke yayasan yang mengurus istana tersebut.

"Sampai saat ini, yang saya lihat kondisi Istana Maimun sudah cukup bagus dan dikelola pihak yayasan. Namun yang kita sayangkan saat ini adalah kurangnya suntikan dana. Untuk itu, negara wajib memberi bantuan secara periodik ke situs-situs cagar budaya secara khusus ke Istana Maimun dan tempat lainnya," ucap Ramadhan didampingi Johnsari Sihaloho dan Tim Pemenangan Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma (REDI) saat berkunjung ke Istana Maimun.

Sebagai ikon Kota Medan, Istana Maimun sudah sangat pantas dikunjungi Wali Kota Medan. Bukan malah sebaliknya, harus menunggu undangan dari pihak yayasan, baru wali kota datang.

"Tidak ada ceritanya wali kota diundang oleh yayasan. Tapi wali kotalah yang wajib datang ke tempat seperti ini. Itulah artinya kita menghormati sejarah dan kebudayaan serta adat istiadat. Kan sudah dikatakan bahwa Medan ini adalah Negeri Melayu. Medan sudah tumbuh berkembang dengan multietnis. Ini soal keinginan untuk membenahi istana ini," ucapnya lagi.

Menanggapi itu, Pembina Yayasan Sultan Ma'moen Alrasjid, Tengku Ichsan Alrasjid mengatakan kedatangan Ramadhan semoga menjadi berkah tersendiri bagi keluarga kesultanan.

"Tujuan datang kemari untuk melihat rakyat. Kami ini namanya saja sultan tetapi kami ini tetap rakyat. Jadi harapan kami, insya Allah dan mudah-mudahan berkat doa kita bersama dengan adanya berkah Bapak Ramadhan Pohan datang kemari mudah-mudahan apabila ia menjadi wali kota dan apa yang ia sampaikan tadi itulah kita harapkan. Kalau Pak Ramadhan terpilih jadi Wali Kota Medan, jangan lupa dengan Istana Maimun," ucap Tengku Ichsan Alrasjid.

Ia juga berharap agar kedepannya pemerintah ikut meninjau sekaligus bersama-sama membangun istana.

"Istana Maimun ini bukan khusus untuk Melayu tetapi ketepatan saja milik Suku Melayu. Di Sumut ini ada sembilan etnis. Dan kami sudah merasa semua etnis itu adalah keluarga kami. Untuk itu harapan kami adalah kedepannya marilah kita sama-sama meneropong, meninjau dan membangun istana," tegasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

MK Tolak Gugatan Pilkada Medan

Peristiwa

Tim Pemenangan BENAR: Pilkada Medan Lancar dan Jadi Kemenangan Bersama

Peristiwa

Ketua KPU RI Turun ke Medan

Peristiwa

Partisipasi Pemilih Terendah di Indonesia, REDI Tuntut Pilkada Medan Susulan

Peristiwa

Eldin-Akhyar Menang Telak di Medan

Peristiwa

Real Count Pilkada Medan: BENAR Unggul 68,5 Persen