Pelaku Bom Mall Alam Sutera Runtuhkan Stigma Terorisme Islam

Redaksi - Sabtu, 31 Oktober 2015 14:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Pelaku-Bom-Mall-Alam-Sutera-Runtuhkan-Stigma-Terorisme-Islam.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
merdeka.com
Leopard Wisnu Kumala diapit petugas.

Beritasumut.com - Ditangkapnya pelaku bom Mall Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, seperti titik balik yang bisa meruntuhkan stigmatisasi terhadap Islam selama ini dalam pusaran isu terorisme.

"Leopard seorang dari etnis Cina, beragama Katolik, pandai meracik bom dengan bahan peledak high explossive jenis Triaceton Triperoxide (TATP) kali pertama di Indonesia terjadi," ujar Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Jumat (30/10/2015).

Dilansir republika.co.id, Harits merinci, Leopard Wisnu Kumala (29) melakukan empat kali pengeboman di Alam Sutera meski tidak semua meledak. Teror menjadi cara untuk meraih kepentingan oportunisnya.

"Jika konsisten dengan nafsu untuk menarik kasus ini ke isu terorisme maka apa sulitnya untuk menyebut Leopard teroris? Saya pikir, istilah teroris ionewolf (serigala sendirian) adalah tepat," beber Harits.

Ia pun berasumsi, sosok Leopard yang menganut Katolik membuat aparatur pemerintah dan pemilik media memilih diksi judul pada setiap berita steril dari diksi terorisme.

"Publik sudah cerdas. Inilah terorisme di Indonesia, sebuah bangunan terminologi yang memiliki dimensi sarat tendensi, stigma, kepentingan politis, dan ideologis di baliknya," ujar Harits. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait