Beritasumut.com - Kondisi kabut asap di Medan semakin mengkhawatirkan. Di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini, polusi udara yang diukur dari konsentrasi partikulat hampir empat kali lipat dari ambang batas.
"Kabut asap di Kota Medan dibawa angin yang bergerak dari tenggara. Angin membawa asap dari wilayah Riau, Jambi dan Sumsel," kata Kristin Matondang, Staf Pelayanan Informasi dan Jasa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Jumat (23/10/2015).
Dia memaparkan, tidak ada titik panas terpantau di wilayah Sumut. Hotspot tersebar di Riau, Jambi dan Sumsel.
Tebalnya kabut asap ini menyebabkan polusi udara sangat parah di Medan sekitarnya. Pada pukul 13.00 WIB, BMKG mencatat konsentrasi partikulat PM10 mencapai 549,12 ugram/m3. Kondisi ini jauh dari Nilai Ambang Batas (NAB) konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara yaitu 150 ugram/m3.
"Jadi kondisi udara ini masih sangat tidak tidak sehat," sebut Kristin.
Situs bmkg.go.id juga mencatat kondisi udara di Pekan Baru, Riau lebih parah pada jam yang sama. Konsentrasi partikulat di daerah ini mencapai 623.61 ugram/m3.
Sementara di Jambi, konsentrasi partikulat di udaranya terus menurun meski masih berada jauh di atas bang batas. BMKG mencatat angkanya sudah 456.04 ugram/m3.
Kondisi membaik juga terjadi di Kota Palembang. Meski pada pagi hari tercatat konsentrasi partikulat 573.11 ugram/m3, pada pukul 13.00 WIB angkanya sudah menjadi 289.79 ugram/m3.
Polusi terparah tercatat di Palangkaraya. Angka partikulat pada udara sudah mencapai 2.079.61 ugram/m3.
Kabut asap di Medan sekitarnya juga kembali mengganggu penerbangan di Bandara Kualanamu. Sedikitnya 8 penerbangan tertunda pada pagi tadi karena jarak pandang hanya sekitar 1.000 meter.
Pelaksana Tugas Manager Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan, penerbangan yang mengalami penundaan yaitu yang menuju kawasan Tapanuli Tengah dan Nias. (BS-001)