Tim Relawan BENAR Bantu Ringankan Beban Orang Tua Penderita Atresia Biller

Redaksi - Sabtu, 17 Oktober 2015 20:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Tim-Relawan-BENAR-Bantu-Ringankan-Beban-Orang-Tua-Penderita-Atresia-Biller.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Relawan BENAR memberikan susu kepada Mama Olivia.

Beritasumut.com - Siang itu panas terik, suara bayi itu tak muncul ketika Relawan Bang Eldin-Akhyar (BENAR) menemui bayi penderita atresia biller (kelainan hati) di rumah kontrakannya di Jalan Yos Sudarso Km 20 Gang Pulo Andalas, Medan Belawan. Tatapan mata kuning sambil duduk di baby walker (kursi dorong bayi). Seperti apa kisahnya?

Di rumah kontrakan dua kamar, halaman berumput tinggi dan hanya memiliki jembatan kayu lebar setengah meter. Tim Relawan BENAR menemui bayi penderita atresia biller. Bayi berusia 14 bulan itu buah pasangan Bapak Olivia Siagian dan Mama Olivia Boru Silaen.

Di rumah itu, Mama Olivia bercerita tentang kondisi bayi keduanya, Olivia Boru Siagian. Kondisinya menguning dan hanya bisa mengkonsumsi susu. Kini berat badannya 5,6 kg, kakinya mengecil dan belum bisa berjalan dan tubuhnya menguning serta suaranya nyaris jarang terdengar.

"Anak saya ini tidak bisa makan apa-apa, minum air putih juga tidak mau. Hanya minum susu khusus untuk penderita atresia biller saja," kata guru honor sekolah dasar ini.

Dia memaparkan, sejak dua bulan lalu, suaminya sudah pergi dari rumah meninggalkannya bersama kedua buah hatinya. Suami yang memiliki pekerjaan sama seperti dirinya, guru honor tidak diketahui keberadaannya. 

"Ya saya harus kuat menghadapi ini, sejak dua bulan lalu suami saya pergi dari rumah. Saya mau bilang apa lagi, ya sudah ini buah hati saya. Sekuat saya mempertahankannya," ucapnya sambil mengambil Olivia dari baby walker.

Kepada tim Relawan BENAR, Mama Olivia ini juga mengatakan, setiap hari dirinya mengajar hingga sore di dua sekolah. Sekolah swasta dan sekolah negeri, karena suami sudah pergi. Maka Olivia dan kakaknya dititip ke rumah ompungnya di dekat Gang Pulo Andalas. 

"Setiap pagi saya titip anak saya ke rumah ompungnya, ya disanalah anak-anak ini dijaga. Kalau saya tidak kerja, mau dari mana lagi biaya hidup kami," sebutnya.

Di tengah kondisi perekonomian dan prahara rumah tangga, Mama Olivia menyampaikan, apa yang dihadapinya merupakan datagnya dari Tuhan. Jadi, kondisi apapun yang dihadapi diserahkan kepada Tuhan. 

"Saya akan menjaga Olivia sekuat saya, walaupun katanya jarang penderita atresia biller ini bisa bertahan lama," akunya sambil mengelus rambut Olivia.

Walau keterbatasan biaya, wanita berusia 36 tahun ini mengaku, memiliki kartu BPJS jalur mandiri kelas III. Kartu itu digunakannya untuk mengecek kesehatan Olivia setiap bulannya di dr Suprapto dan RSUP Haji Adam Malik Medan. 

"Sudah dua bulan ini saya belum membawa Olivia untuk cek kesehatan. Saya masih sibuk mengurus pekerjaan di sekolah, biasanya saya minta tolong saudara mimta antar untuk cek kesehatan," katanya.

Dia mengaku, Olivia hanya mau mengkonsumsi susu khusus yang dibeli secara khusus di Apotek Kimia Farma. Satu kalengnya seharga Rp250 ribu, dikonsumsi satu bulan dua kaleng. Karena Olivia setiap tiga jam minum 120 ML. 

"Saya sudah coba kasih makanan, tapi Olivia gak mau dan menangis. Jadi sampai sekarang hanya susu saja yang dikonsumsinya," ujarnya.

Untuk meringankan Mama Olivia, Tim Relawan BENAR memberikan 10 kaleng susu untuk Olivia. Susu khusus yang dipesan secara khusus langsung diterima oleh Mama Olivia. 

"Terima kasih banyak Pak Eldin. Saya sangat simpatik dengan Pak Eldin sudah peduli dengan saya dan anak saya. Ini sudah sangat banyak, dan sangat membantu saya," katanya sambil menerima susu dari Rendi salah satu Relawan BENAR.

Usai menerima susu, Mama Olivia langsung mencium Olivia. Karena susu yang dibelinya selama ini memang cukup memberatkannya. 

"Saya terima kasih kali, dengan penghasilan saya sebagai guru honor membeli susu per bulan Rp500 ribu belum pampers hampir Rp200 ribu dan lainnya, serasa sudah tidak sanggup. Dengan adanya Bantuan Pak Eldin, saya kuat lagi dan tetap semangat. Karena ada orang-orang yang baik dan peduli ke saya. Salam saya untuk Pak Eldin dan ibu," ucapnya.

Usai mendengarkan tuturan Mama Olivia, Tim Relawan BENAR kembali ke Posko Pemenangan di Jalan Sudirman, Medan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait