Beritasumut.com - Fransiskus Subihardayan, korban selamat dalam peristiwa jatuhnya helikopter EC-130 di Danau Toba, Ahad (11/10/2015), masih dirawat di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Sabtu (17/11/2015).
Kondisinya terus membaik, bahkan pemuda ini sudah minta izin untuk pulang ke Yogyakarta agar bisa berkumpul lagi dengan keluarga.
Di RS Bhayangkara Medan, Fransiskus ditemani pamannya. Dia bahkan sudah dapat keluar dari Ruang Simalungun, tempatnya dirawat, dan duduk di depan kamar. Sesekali dia juga berjalan di balkon rumah sakit untuk menghilangkan bosan.
Kondisi fisik Fransiskus kelihatan sangat baik. Hanya wajahnya yang tampak terbakar karena dia mengapung terombang-ambing di perairan Danau Toba selama tiga hari dua malam, sejak helikopter jatuh hingga ditemukan pada Selasa (13/10/2015) siang. Rambutnya juga sudah dipotong pendek.
"Sekarang saya seratus persen sehat. Semuanya tidak ada apa-apa lagi, normal dan tidak kurang satu apa pun, hanya sedikit gejala maag saja karena waktu kejadian kan saya nggak ada makan, tapi sekarang gejala itu sedikit hilang," ujar Fransiskus kepada wartawan.
Karena kondisinya dirasa sudah sehat, Fransiskus minta untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Yogyakarta. Namun, pihak rumah sakit tidak mengizinkannya, karena masih ada pemeriksaan lanjutan yang harus dilakukan.
"Saya maunya malam hari ini pulang. Tapi kata Karumkit belum bisa, karena ada evaluasi lagi," sambungnya.
Pihak rumah sakit dikabarkan berencana memberi izin Fransiskus pulang besok, Ahad (18/10/2015) malam. Hal itu merupakan keputusan rapat evaluasi dari 10 dokter yang menangani pemuda itu.
Fransiskus mengatakan dia sama sekali tidak trauma dengan peristiwa yang dialaminya. Menurut dia, kejadian itu merupakan bagian dari pekerjaannya sebagai helikopter landing officer (HLO) yang sudah dilakoninya selama tiga tahun.
"Nggak, saya tidak trauma karena dari kecil cita-cita saya memang jadi seperti ini," pungkas Fransiskus. (BS-031)