Dihibur Arghana Trio, Puncak HUT ke-60 Parsadaan Borsak Mangatasi Nababan Digelar di Medan

Redaksi - Jumat, 16 Oktober 2015 17:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Dihibur-Arghana-Trio--Puncak-HUT-ke-60-Parsadaan-Borsak-Mangatasi-Nababan-Digelar-di-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Parsadaan Borsak Mangatasi Nababan Boru Bere (PBMNBB) genap berusia 60 tahun tepat pada 13 Oktober 2015. Sebagai wujud syukur seluruh pomparan, di wilayah Kota Medan akan dilaksanakan puncak perayaan di Wisma Taman Sari, Medan, Ahad (18/10/2015) pukul 09.00 WIB yang akan dimulai dengan ibadah dan pelantikan kepengurusan PBMNBB Kota Medan periode 2015-2018.

Demikian disampaikan Ketua SDM dan Humas PBMNBB Kota Medan Pahala Nababan (Pak New), di Medan, Jumat (16/10/2015). Selain pelantikan, momen yang menjadi kebanggaan juga bagi seluruh pomparan akan dilaksanakan acara mangulosi anak/boru yang telah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi Tahun 2015.

"Khusus acara hiburan akan diisi Artis Batak dari Jakarta yaitu Arghana Trio, dimana salah satu personelnya adalah Sahat Nababan," ujar Pahala.

Dijelaskan Pahala lagi, kegiatan ini bukan sekadar euforia melainkan cara untuk mensyukuri anugerah kebesaran Tuhan secara khusus atas berkat-berkat yang telah diterima Marga Nababan/Boru serta Bere Nababan di seluruh Indonesia (dunia). 

Pada 13 Oktober 1955, tokoh-tokoh Nababan yang ada di perantauan dan bona pasogit mengadakan pertemuan membicarakan kenapa marga Nababan sangat sulit berkembang, bertumbuh secara kualitas dan kuantitas. Padahal generasi Nababan juga sekolah dan berhasil meniti karir sebagai PNS, Polri dan TNI, namun selalu menghadapi cobaan. Umurnya yang tidak mencapai dewasa (pensiun) karena sudah mati muda (mate poso).

"Maka pada Tanggal 13 Oktober 1955 diadakanlah partangiangan (doa) minta pengampunan dosa-dosa nenek moyang Nababan sekaligus meminta berkat dan anugerah Tuhan khusus kepada Marga Nababan/Boru/Bere dimanapun berada. Sejak diadakan kebulatan hati, jiwa dengan rendah hati kepada kasih karunia Tuhan maka tahun demi tahun warga Nababan mulai menerima berkat," jelasnya.  

Kebersamaan pomparan telah diwujudkan dengan pemugaran tambak ni Op Borsak Mangatasi Nababan sekaligus membangun shelter panisioan bagi setiap warga Nababan yang melakukan kunjungan ziarah ke Makam Borsak Mangatasi di Tanah Tipang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan.

"Besar harapan panitia, agar seluruh pomparan hadir dalam acara kebaktian dan hari ulang tahun PBMNBB, agar kita bisa kembali berdoa bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," pungkas Pak New. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait