Ramadhan Pohan Nyanyi Anak Medan dan Boru Panggoaran di Depan Musisi Medan

Redaksi - Jumat, 16 Oktober 2015 13:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Ramadhan-Pohan-Nyanyi-Anak-Medan-dan-Boru-Panggoaran-di-Depan-Musisi-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Ramadhan Pohan didampingi istri istri Asti Riefa Dwiyandani menyanyikan Anak Medan.

Beritasumut.com - Tidak hanya dikenal sebagai tokoh nasional yang cerdas dan berprestasi, Ramadhan Pohan yang pernah mendapat dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) ternyata juga jago menyanyi.

Suara merdunya tidak hanya dikagumi orang awam. Bahkan musisi juga memberi acungan jempol ke Ramadhan karena keahliannya bernyanyi.

Hal itu terbukti ketika Persatuan Artis Musisi Koordinator (Pamiko) Sumatera Utara (Sumut) meminta Ramadhan untuk bernyanyi pada acara arisan rutin Pamiko di Garuda Citra Hotel, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (14/10/2015) malam.

Di atas pentas, Ramadhan menyanyikan dua lagu, yakni Anak Medan dan Boru Panggoaran. Dia tidak sendirian, namun sang istri Asti Riefa Dwiyandani ikut bernyanyi menemaninya di depan puluhan anggota Pamiko yang hadir.

"Pak Ramadhan Calon Wali Kota Medan yang pertama kali datang ke acara Pamiko. Mungkin cuma Pak Ramadhan yang peduli dengan komunitas musisi di Medan, makanya kami dukung Pak Ramadhan Pohan. Tapi setiap bapak hadir di acara Pamiko wajib menyumbangkan suara merdunya," ujar Ketua Umum Pamiko Sumut Salamuddin Simatupang.

Menurutnya, selama ini pemerintah kurang memperhatikan seniman dan musisi di Medan. Jumlah ruang untuk menyalurkan kreatifitas juga sedikit dan tidak dikelola dengan baik.

"Gedung-gedung bersejarah juga tolong dilestarikan, Pak. Kota Medan jangan ketinggaln dengan kota lain seperti Pekanbaru, Padang, Banda Aceh dan Palembang. Yang penting ada perubahan menuju kebaikan," pungkas Salamuddin di acara arisan Pamiko.

Di tempat yang sama, Ramadhan mengatakan sudah datang langsung ke acara-acara musik di Medan untuk melihat kondisi nyata di lapangan. Bahkan Ramadhan juga pernah masuk ke studio musik cadas yang umumnya diminati generasi muda.

"Saya suka olahraga dan seni budaya. Ke depan tentu saja, akan ada perubahan supaya ada warna baru di Medan ini. Saya siap untuk hadir di setiap acara Pamiko dan acara komunitas musik lainnya," kata Calon Wali Kota Medan Nomor Urut 2 ini. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ramadhan Pohan Bakal Kembali Diperiksa Poldasu

Peristiwa

Tersangka Bersama Ramadhan Pohan, Savita Juga Tidak Ditahan

Peristiwa

Savita Bantah Sebagai Perantara Kasus Penipuan Ramadhan Pohan

Peristiwa

Terkait Laporan Ramadhan Pohan, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Terhadap Savita

Peristiwa

Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Nilai Justru Ramadhan Pohan Jadi Korban

Peristiwa

Ramadhan Pohan Janjikan Bunga Rp 600 Juta dan Beri Cek Kosong Kepada Korbannya