Beritasumut.com - Sebanyak 5.498 warga Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, mengungsi ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Berdasarkan laporan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) kepada Pemprov Sumut melalui Kepala Badan Kesbangpol Sumut, jumlah pengungsi di Kecamatan Manduamas sebanyak 4.248 orang (868 KK) dengan rincian pria 2.041 orang dan perempuan 2.207 orang.
Kemudian berdasarkan hasil rapat Kesepakatan Bupati Tapteng dan Bupati Aceh Singkil beserta Kapolres kedua daerah maka warga Aceh Singkil yang menjadi pengungsi akan dipulangkan ke Aceh Singkil mulai Jumat (16/10/2015).
Para pengungsi akan dijemput oleh Bupati Aceh Singkil dan Forkopimda Aceh Singkil dengan berita acara penyerahan antara kedua kepala daerah.
"Hal yang sama juga berlaku bagi pengungsi di Kecamatan Pagindar, Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak 1.250 orang juga akan dijemput untuk kembali. Situasi sudah kondusif tidak alasan untuk tidak kembali ke wilayah dan rumah masing-masing," ujar Eddy Syofian mengutip pernyataan Kaban Kesbangpol Provinsi Aceh Moh Nasir, Kamis (15/10/2015).
Dikemukakan laporan yang diterima situasi keamanan semakin kondusif dan jaminan keamanan bagi warga yang akan kembali telah dinyatakan oleh Pemkab Aceh Singkil dan aparat keamanan cukup terkendali.
Sementara itu, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada rapat Forum Koordinas Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, di Medan, Rabu (14/10/2015) malam menginstruksikan agar penanganan pengungsi Singkil di Kecamatan Pagindar Pakpak Bharat dan Manduamas Tapteng agar dilakukan secara baik dan terpadu.
"Jangan sampai kebutuhan logistik terhambat, penampungan ditata dengan baik serta antisipasi munculnya permasalahan lain dan penyakit yang diderita pengungsi," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, satu orang tewas dan satu gereja dibakar di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Selasa (13/10/2015) kemarin. (BS-001)