Beritasumut.com - Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 Hijriyah yang dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ar Ramadhan sungguh menjadi sebuah kebanggaan. Karena dengan berdirinya masjid ini akan menambah jumlah masjid di Kota Medan. Masjid di Medan kini berjumlah 1.300 masjid. Artinya pertumbuhan umat Islam di Medan sangat pesat. Namun pertumbuhan kuantitas harus diiringi dengan pertumbuhan kualitas.
Hal ini dikatakan Pj Wali Kota Randiman Tarigan saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ar Ramadhan, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, yang dirangkai dengan syukuran Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 H, Rabu (14/10/2015).
Acara tersebut juga diisi tausiyah oleh Ustazd Khamidin Silaen, dan dihadiri Ketua BKM Ar Ramadhan Jemingan, Camat Medan Sunggal Pahri Matondang, tokoh masyarakat dan ulama Medan Sunggal.
Lebih lanjut Randiman meminta Badan Kenaziran Masjid (BKM) Ar Ramadhan meramaikan dan mamakmurkan masjid dengan merancang berbagai kegiatan baik keagamaan maupun sosial. Sehingga fungsi masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga menjadi tempat bersosialisasi dan saling tukar informasi melalui berbagai kajian-kajian.
"Kita melihat masjid di kota ini hanya ramai pada waktu-waktu tertentu seperti di bulan Ramadan dan peringatan hari keagamaan. Ini tidak dapat kita biarkan. Melalui momentum 1 Muharram ini saya berharap semua masjid dapat dimakmurkan dan selalau ramai dengan jamaah tidak saja di Bulan Ramadan dan kegiatan keagamaan, tetapi setiap salat lima waktu," harap Randiman.
Selanjutnya, momentum 1 Muharram ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ajang intropeksi diri, mari semua bermuhasabah, menimbang diri apa saja yang telah diperbuat untuk masyarakat, negara dan agama. Memasuki Tahun Baru Islam ini mari membuang hal-hal yang buruk, sebaliknya tingkatkan pengabdian agar lebih baik dan bermanfaat.
Sementara itu, Ketua Pantia Pembangunan Masjid Ar Ramadhan Hardi Mulyono melaporkan, saat ini kondisi Masjid Ar Ramadhan cukup memprihatinkan. Jalan menuju masjid sempit, lantai masjid lebih rendah dari jalan, dan kondisinya rawan banjir. Atas kesepakatan jamaah kemudian dibentuk kepanitiaan pembangunan masjid guna merehab total Masjid Ar Ramadhan.
Menurutnya, panitia telah membebaskan empat tapak lahan rumah penduduk guna memperluas bangunan masjid, dan satu tapak lagi sudah dipanjar oleh panitia. Nantinya jalan masuk ke masjid menjadi lebar dan masjid akan dibangun dua lantai dengan biaya keseluruhan Rp2,4 miliar, pungkas Hardi Muyono yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara. (BS-001)