PMII Ajak Masyarakat Sumut Tidak Terpancing Isu Intoleransi

Redaksi - Rabu, 14 Oktober 2015 17:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_PMII-Ajak-Masyarakat-Sumut-Tidak-Terpancing-Isu-Intoleransi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Darwin Sipahutar.

Beritasumut.com - Sumatera Utara (Sumut) dikenal memiliki masyarakat yang multi etnis dan multi agama yang sejauh ini hidup berdampingan dengan rukun dan damai, sehingga Sumut menjadi ikon pluralisme dengan rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama umat manusia.

"Keberhasilan kita masyarakat Sumut dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sudah terbukti dari berbagai isu intoleransi tidak sampai mempengaruhi pola pikir kita sebagai masyarakat Sumut," ungkap Sekretaris Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut Darwin Sipahutar, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2015).

Bentrokan massa yang mengarah pada pembakaran gereja di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh sungguh menyayat hati kita bersama. Rasa aman untuk hidup berdampingan sudah mulai terusik oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membenturkan persoalan SARA. Padahal agama manapun itu tidak mengajarkan untuk saling membenci apalagi mengadu domba. 

"Sebelumnya peristiwa yang sama juga terjadi di Talikora Papua dimana masjid yang menjadi sasarannya. Kita berharap kedua peristiwa ini tidak menjadi ajang balas dendam yang sengaja dilemparkan ketengah-tengah masyarakat agar dikonsumsi sehingga kita pun saling menyalahkan," tegas Darwin Sipahutar.

Maka dari itu PKC PMII Sumut mengimbau sekaligus mengajak masyarakat Sumut untuk sama-sama menjaga kondusifitas sumut, baik itu masyarakat yang secara langsung berbatasan dengan Singkil harus bisa menahan diri untuk tidak terpancing isu, begitu juga masyarakat yang tinggal di daerah lain. 

Agar persoalan ini tidak sampai meluas PMII Sumut siap menjadi garda terdepan dalam mengawal kodusifitas Sumut. PMII juga siap bergandeng tangan bersama aparat keamanan, kepala daerah, pemuka-pemuka agama dari berbagai lintas agama untuk memberikan pengarahan kepada mayarakat bahwa apa yang terjadi di Singkil murni bukan persoalan agama melainkan ada segelintir oknum yang sengaja membuat kegaduhan di tengah masyarakat. 

"Apalagi dalam situasi dan kondisi yang sebentar lagi masyarakat Sumut akan melaksanakan pesta demokrasi, jangan sampai peristiwa intoleransi ini menjadi pemicu rusaknya nilai-nilai demokrasi yang selama ini kita junjung tinggi. Harapan kita semua bahwa peristiwa yang seperti ini tidak terjadi lagi di ibu pertiwi agar Indonesia yang kita cintai ini bisa lebih bermartabat dalam menjaga nilai-nilai toleransi," pungkas Darwin Sipahutar. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Walikota Medan Harapkan PMII Medan Dapat Berkolaborasi Memajukan Kota Medan

Peristiwa

Walikota Pematang Siantar Sebut Pelantikan jadi Momentum Perkokoh Peran dan Fungsi PMII di Pematang Siantar

Peristiwa

Harlah ke-63 PMII, Ijeck: Jaga Kekompakan, Cetak Kader-kader Terbaik

Peristiwa

Wali Kota Medan Harapkan Terima Masukan Terkait Percepatan Pemulihan Ekonomi di Kota Medan

Peristiwa

Harlah ke-53 Korp PMII Putri, Nawal Optimis Perempuan Prioritas dalam Peningkatan SDM

Peristiwa

Wagubsu Musa Rajekshah Harapkan Mahasiswa Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi