Ditelantarkan Suami, Penderita Kanker Payudara Meninggal Dunia

Redaksi - Selasa, 06 Oktober 2015 03:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Ditelantarkan-Suami--Penderita-Kanker-Payudara-Meninggal-Dunia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Elly Damanik dicium anaknya sewaktu dirawat di RSUP Adam Malik, Medan.

Beritasumut.com - Elly Damanik, penderita penyakit kanker payudara stadium empat meninggal dunia di RSUP Adam Malik, Medan, Senin (5/10/2015) sekira pukul 03.00 WIB.

Hingga meninggal, warga Jalan Pendeta Wismar Saragih Gang Karsim, Pematang Siantar, ini tidak juga dikunjungi suaminya, IS, yang disebut-sebut merupakan PNS Pemkab Simalungun.

Tak hanya mentelantarkan istrinya, IS juga meninggalkan ketiga anaknya yaitu, Sindi Simanjuntak (14) Teresia Simanjuntak (13), dan  Kristian Simanjuntak (8).

Pihak keluarga sempat membuat iklan di media agar Iskak melihat istrinya yang sakit, namun IS tak kunjung menampakkan batang hidungnya. 

Sang suami masih tetap bersembunyi dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa istrinya menderita sakit kanker payudara stadium empat. IS juga diduga tidak ingin mengeluarkan biaya perobatan yang cukup mahal.

Air mata Sindi dan kedua adiknya keluar melihat ibunya meninggal dunia. Mereka memanjatkan doa agar Tuhan memberikan kemudahan untuk keluarga.

"Saya berdoa agar Tuhan memberikan kemudahan untuk keluarga. Kami mau jalan menuju Siantar untuk kebumikan ibu," ujarnya.

Beberapa hari sebelum meninggal dunia, Elly bercerita, sang suami sejak dua bulan belakangan ini tidak pernah kembali ke rumah.

Sebelum meninggalkan rumah, IS meminta kartu ATM yang berisi gajinya sebagai PNS Pemkab Simalungun yang selama ini dipegangnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

"Ssudah empat bulan kondisi fisik saya turun drastis akibat kanker payudara stadium empat yang saya alami. Suami saya yang tahu, lalu meninggalkan rumah dua bulan lalu dan tak pernah kembali. Alasan suami saya meminta ATM mau ngambil uang sedikit," kata korban sebelum meninggal.

Tak hanya itu, ia juga terkejut melihat anak ketiganya Kristian pulang seorang diri. Disitu, Kristian bercerita bahwa ayahnya menitipkannya kepada seorang sopir angkutan umum dan dipesankan supaya diturunkan di gang depan rumah mereka.

"Saat saya tanya bapak kemana, anakku bilang bahwa ayahnya sedang menjahitkan celana yang robek. Tapi ditunggu-tunggu sampai besoknya tidak juga pulang. Saya hubungi ke ponselnya tidak nyambung. Bahkan dia tidak tahu kalau saya dirawat di rumah sakit," ungkapnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Mantan Altet Polo Air Nasional Indra Jaya Meninggal Dunia di Medan

Peristiwa

Wanita Bakar Diri di Depan Swalayan Akhirnya Meninggal Dunia

Peristiwa

3 Jamaah Asal Sumut Meninggal Dunia Dalam Musibah Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Peristiwa

Pesan Ketua Aweng Kepada Kader PP: Jangan Pernah Lupakan Anak Yatim dan Orang Miskin

Peristiwa

Besok, Jenazah Aweng Tiba di Medan

Peristiwa

Ketua PP Sumut Anuar Shah alias Aweng Meninggal Dunia