Beritasumut.com - Kabut asap mengganggu pelayaran Nias- Sibolga atau sebaliknya. Jarak pandang hanya sekitar 1,5 mil.
Sejak siang hingga malam, kabut asap semakin menebal menyelimuti Kota Gunung Sitoli, Nias sekitarnya. Akibatnya sejumlah kapal terpaksa menunda keberangkatan hingga cuaca membaik.
Penumpang berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah kabut asap. Sebab transportasi di Kepulauan Nias sangat terbatas.
“Rencananya naik pesawat, berhubung cuaca, pesawatnya delay. Karena ada kepentingan ke Medan, terpaksa naik kapal laut. Ini satu-satunya alternatif penganti transportasi udara,” ujar Yoman Zebua, salah satu penumpang, Kamis (1/10/2015).
Sementara itu, Chip Officer KMP Belanak Syahrial Utama mengaku harus ekstra hati-hati menahkodai KMP Belanak yang berangkat pada Kamis malam menuju Pelabuhan Sibolga akibat jarak pandang terbatas.
“Kabut asap sangat mengganggu dalam pelayaran, jarak pandang terbatas,” katanya. (BS-001)