Tragedi Mina, Nasib 225 Jamaah Haji Indonesia Belum Diketahui

Redaksi - Sabtu, 26 September 2015 14:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Tragedi-Mina--Nasib-225-Jamaah-Haji-Indonesia-Belum-Diketahui.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab RI
Menag Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi jamaah haji Indonesia Kloter JKS 61, di tenda Mina Jadid, Jumat (25/9/2015) malam. Di kloter ini banyak jamaah yang belum kembali ke tenda.

Beritasumut.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin enggan menyimpulkan bahwa 225 jamaah haji Indonesia yang belum kembali ke tenda masing-masing, termasuk korban tewas dalam tragedi Mina.

“Untuk menyatakan seseorang itu wafat, harus beradasarkan kesaksian yang bisa dipertanggungjawabkan. Tentu pertanggungjawaban secara medis bahwa seseorang itu memang betul-betul telah wafat,” ujar Menag saat berkunjung ke Maktab 7 yang ditempati jamaah asal Jawa Barat yang tergabung dalam Kloter JKS 61 di kawasan Mina Jadid, Arab Saudi, Jumat (25/9/2015) malam Waktu Arab Saudi (WAS) atau Sabtu (26/9/2015) dini hari WIB.

Dilansir situs resmi Setkab RI, mengenai pengakuan sejumlah keluarga yang menyaksikan anggota keluarganya wafat di pangkuan atau dipelukannya, menurut Menag, hal itu tidak cukup jika tidak disertai informasi tentang indikasi bahwa yang bersangkutan wafat.

“Selama tidak bisa dijelaskan indikasinya, maka itu sulit bagi kami untuk mengatakan bahwa yang bersangkutan wafat,” kata Menag.

Secara yuridis, pernyataan seseorang tentang jamaah wafat harus bisa dipertanggungjawabkan, apalagi terkait dengan peristiwa luar biasa dan terjadi di luar negeri. Untuk itu, data jamaah wafat harus didasarkan pada hasil pemeriksaan pihak otoritatif, dan itu adalah petugas kesehatan atau tim medis.

“Oleh karena itu, pemerintah harus menahan diri menunggu sampai adanya pihak yang memiliki otoritas menyatakan bahwa seseorang wafat atau tidak,” jelas Menag.

Dalam kesempatan itu Menag mengemukakan kesulitan untuk mengetahui perkembangan mengenai masih jamaah haji Indonesia yang belum kembali ke tenda masing-masing setelah tragedi Mina, Kamis (24/9/2015) lalu, disebabkan peristiwanya terjadi di negeri orang sehingga Pemerintah Indonesia tidak memiliki otoritas penuh untuk melakukan langkah-langkah yang dikehendaki.

“Bagaimanapun juga Pemerintah Saudi Arabia mempunyai regulasi sendiri, punya tradisi, budaya, serta tata caranya tersendiri dalam mengatasi hal-hal seperti ini. Inilah yang menyebabkan kami tidak cukup leluasa, misalnya untuk mengakses informasi di rumah sakit. Itu tidak bisa seperti kalau kita mengakses rumah sakit di Tanah Air. Ada hal-hal yang menyebabkan prosesnya butuh waktu,” ujar Menag.

Kepada keluarga jamaah, Menag juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim yang bekerja selama 24 jam untuk bisa segera mendapatkan informasi keberadaan anggota keluarga mereka yang belum pulang ke tenda Mina.

“Kita tetap berupaya semaksimal dan seoptimal mungkin untuk melakukan penyisiran dan penelusuran terhadap sejumlah jamaah kita yang memang belum kembali ke kloter masing-masing,” jelas Menag.

Diberitakan sebelumnya, hingga Jumat (25/9/2015) malam WAS, sedikitnya ada 225 jamaah yang dilaporkan belum kembali ke tendanya di Mina. Dari jumlah tersebut, 192 jamaah di antaranya berasal dari JKS 61. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

WNI Korban Wafat Tragedi Mina Jadi 59 Orang

Peristiwa

Tragedi Mina, 57 WNI Wafat

Peristiwa

4 WNI Mukimin Wafat Dalam Tragedi Mina

Peristiwa

Tragedi Mina, 82 Jamaah Haji Indonesia Belum Kembali ke Pemondokan

Peristiwa

Korban Cedera Jamaah Haji Indonesia Tragedi Mina Bertambah Jadi 10 Orang

Peristiwa

Korban Wafat Jamaah Haji Indonesia Tragedi Mina Bertambah Jadi 41 Orang