Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita atas wafatnya pengacara senior Adnan Buyung Nasution, Rabu (23/9/2015).
Melalui akun Twitternya, @jokowi, Presiden menulis: “Berduka cita atas meninggalnya Bang Buyung. Beliau panutan, pejuang HAM yang berani, gigih dan berintegritas.”
seperti dilansir situs resmi Setkab RI, Adnan Buyung meninggal dunia dalam usia 81 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta pada Rabu pukul 10.17 WIB.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Hal itu disampaikan JK ketika transit di Dubai sebelum melanjutkan perjalanan menuju New York, Amerika Serikat.
“Semoga almarhum khusnul khatimah,” kata Wapres JK dalam pesan singkat melalui juru bicaranya, Rabu (23/9/2015).
Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana di Jakarta pelalui SMS menyampaikan duka: “Innalilahi wainalillahi rojiun. Kabar duka dari Bang Adnan Buyung Nasution, telah meninggal dunia hari ini setelah dirawat di ICU.”
Duka yang sama juga disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin menyampaikan kabar serupa dalam pesan singkatnya.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah Wafat di RSPI jam 10.17 WIB pagi ini, kami ikut duka cita yang amat dalam, semoga almarhum Bang Adnan Buyung Nasution, khusnul khatimah…,” kata Saleh Husin.
Adnan Buyung, yang nama lahirnya Adnan Bahrum Nasution, lahir di Batavia, 20 Juli 1934. Sejak muda dia sudah menjadi aktivis dan berkiprah di bidang hukum.
Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) itu menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bagian Hukum Tahun 2007-2009. (BS-001)