Beritasumut.com - Tambang Emas Martabe berhasil menyabet dua penghargaan Pratama (perunggu) dalam kategori pemegang Kontrak Karya untuk bidang pengelolaan lingkungan pertambangan dan bidang pengelolaan keselamatan pertambangan dalam penghelatan tahunan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/9/2015).
Dalam siaran pers Tambang Emas Martabe, Selasa (22/9/2015) disebutkan, penghargaan ini merupakan hasil evaluasi perfoma 160 perusahaan dalam bidang keselamatan kerja dan 70 perusahaan dalam bidang kelola lingkungan sepanjang Tahun 2014 yang diserahkan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono.
Dalam sambutannya Gatot Ariyono menyatakan bahwa Pengelolaan keselamatan dan lingkungan amat menentukan dalam menjalankan kegiatan usaha pertambangan. Penghargaan ini diharapkan menjadi pendorong serta pemberi motivasi kepada perusahaan untuk menorehkan prestasi setinggi-tingginya dalam pengelolaan keselamatan dan lingkungan pertambangan mineral dan batu bara, sehingga dapat menaikkan citra industri pertambangan di tengah tantangan pertumbuhan ekonomi saat ini.
Penganugerahan Penghargaan Keselamatan sudah rutin dilakukan sejak Tahun 1992, sementara Penghargaan Lingkungan sudah berjalan sejak Tahun 2004. Kriteria penilaian untuk pengelolaan keselamatan meliputi upaya pencegahan kecelakaan dan statistik kecelakaan, sementara untuk pengelolaan lingkungan mencakup upaya pengelolaan batuan penutup, erosi dan sedimentasi, pembibitan, reklamasi dan revegetasi, sarana penunjang, serta pemantauan.
Sementara itu, Presiden Direktur Tambang Emas Martabe Tim Duffy mengatakan Operasi penambangan modern membutuhkan praktik pengelolaan terbaik dengan mengutamakan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan dan hubungan berkelanjutan dengan semua pemangku kepentingan. Tambang Emas Martabe, tambang emas pertama yang beroperasi di Sumatera Utara mampu beroperasi secara optimal dan membuktikan salah satu tata kelola terbaik di industri tambang di Indonesia sudah dijalankan di sini.
“Terima kasih kepada Kementerian ESDM yang terus menghargai dan mengapresiasi upaya kami ini,” ujarnya. (BS-029)