Hotspot Berkurang Tapi Jarak Pandang Tetap Buruk

Redaksi - Jumat, 18 September 2015 19:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Hotspot-Berkurang-Tapi-Jarak-Pandang-Tetap-Buruk.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Twitter
Asap menyelimuti Universitas Jambi, Jumat (18/9/2015).
Beritasumut.com - Pembakaran hutan dan lahan masih berlangsung di Sumatera dan Kalimantan. Jumlah hotspot berkurang dibandingkan dengan sepekan terakhir. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2015).Dijelaskan, Satelit Terra Aqua mendeteksi 471 hotspot di Sumatera dan 398 hotpsot di Kalimantan pada Jumat (18/9/2015). Hotspot di Sumatera tersebar di Jambi 166, Sumsel 148, Riau 116, Sumbar 25, Bengkulu 10, Lampung 2, dan Sumut 4. “Terpantau kebakaran besar terjadi di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin Sumsel yang asap tebalnya menyebar ke Jambi dari Riau. Begitu pula kebakaran besar di Muaro Jambi memproduksi asap pekat,” beber Sutopo. Akumulasi asap dari tiga provinsi yaitu di Sumsel, Jambi dan Riau menyebabkan jarak pandang terus memburuk. Jarak pandang di Pekanbaru 500 m, Dumai 300 m, Pelalawan 200 m, Jambi 200 m, dan Palembang 1 km. Kualitas udara rata-rata tidak sehat. Masih menurut Sutopo, hal yang sama juga terjadi di Kalimantan. Hostpot tersebar di Kalbar 33, Kalsel 133, Kalteng 190, Kaltim 42. Jarak pandang di Pontianak 400 m, Ketapang 500 m, Pangkalan Bun 700 m, Nanga Pinoh 200 m, Sampit 500 m, Palangkaraya 300 m, Muara Teweh 1.000 m, Sanggu-Buntok 100 m, dan Banjarmasin 200 m. Kualitas udara rata-rata sedang hingga berbahaya. Sebaran asap di Sumatera makin sempit, hanya di sebagian Sumsel, Jambi dan Riau. Asap sudah tidak menyebar hingga Selat Malaka, Malaysia, dan Singapura. “Sedangkan di Kalimantan, asap menyebar hingga Serawak bagian barat. Hampir 80 persen wilayah Kalimantan tertutup asap. Sebagian sekolah masih banyak yang diliburkan seperti di Kalteng, Riau, dan Jambi,” imbuh Sutopo. Tiga provinsi telah menetapkan tanggap darurat yaitu Riau, Jambi, Kalteng, sedangkan Sumsel, Kalbar, Kalsel masih siaga darurat. Upaya pemadaman dan penegakan hukum terus dilakukan oleh ribuan aparat. Namun kebakaran masih berlangsung. Ada pembakaran baru, ada juga sisa kebakaran yang sebelumnya sudah padam namun terbakar kembali, pungkas Sutopo. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Titik Panas Menurun Drastis, Menteri LHK: Kolaborasi Bersama Berhasil Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Peristiwa

BMKG Pantau 12 Titik Panas Tersebar di Sumut

Peristiwa

Dua Titik Panas Terpantau BKMG di Madina

Peristiwa

Dua Titik Panas Terpantau di Sumut

Peristiwa

BMKG Pantau Satu Titik Panas di Sumut

Peristiwa

BMKG Sebut Hotspot di Sumatera Utara Meningkat Pesat Hingga 21 Titik