Beritasumut.com - Selalu ada hikmah di balik musibah. Peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (11/9/2015), membuat jamaah calon haji (Calhaj) yang tertunda berangkat ke tanah suci karena masalah visa lebih ikhlas lagi.
Sebelumnya, sebagian di antara 42 calhaj ini tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ada yang marah dan ada yang menangis. Tapi musibah crane yang menyebabkan seratusan calhaj wafat membuat mereka lebih ikhlas. Tak ada keluhan lagi.
"Kemarin keberangkatan kami tertunda karena tidak dapat visa. Mulanya saya terguncang juga. Bahkan tekanan darah saya waktu itu naik menjadi 220. Ternyata semua ada hikmahnya, sekarang sudah turun lagi jadi 155," ujar Muhammad Nazir, di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (15/9/2015).
Seyogiayanya warga Deli Serdang ini tergabung dengan Kloter 10 Embarkasi Medan (MES). Nazir mengaku dia saat ini merasa bersyukur keberangkatannya tertunda.
"Kalau saya berangkat sesuai jadwal kemarin tidak tertutup kemungkinan menjadi korban," ujarnya.
Begitu pun, para calhaj yang tertunda keberangkatannya ini tetap turut berduka cita dengan jatuhnya korban dalam musibah jatuhnya crane itu.
"Semoga amal ibadah diterima dan jadi syahid," imbuh seorang calhaj asal Asahan.
Hingga Selasa (15/9/2015), ke-42 calhaj masih berada di Asrama Haji Medan. Sebelumnya, jumlahnya 45 calhaj, namun dua orang sakit dan seorang mendampinginya.
Para calhaj ini pun semakin bahagia dan bersyukur karena mereka dipastikan berangkat pada Rabu (16/9/2015).
"Mereka bakan berangkat besok ke Aceh dan bergabung dengan jamaah di sana. Mereka akan menginap semalam di Aceh sebelum ikut sebelum berangkat bersama Kloter 12 Banjarmasin pada Kamis (17/9/2015)," kata angota Imam Mukhair, Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan. (BS-001)