Musibah Crane, 1 Calhaj Asal Sumut Masih Dirawat

Redaksi - Senin, 14 September 2015 17:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Musibah-Crane--1-Calhaj-Asal-Sumut-Masih-Dirawat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Crane jatuh di Masjidil Haram.

Beritasumut.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan tinggal seorang jamaah calon haji (Calhaj) embarkasi Medan (MES) yang masih dirawat di Arab Saudi, akibat terluka dalam musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015) waktu setempat.

"Ada tiga orang warga Sumut yang tewas dalam kejadian itu. Kita sudah takziah ke ketiga rumah duka. Mudah-mudahan amal ibadah almarhumah diterima Allah. Saat ini tinggal satu orang yang masih dirawat," ujar Kepala Kanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin di Medan, Senin (14/9/2015).

Diungkapkannya, ada lima jamaah asal Sumut yang  terluka dalam musibah itu. Kelimanya perempuan yaitu Iriani Widia Ningsih Binti Rahmad (46) warga Jalan Sekip, Medan, Dewi Laila Mufida (54) warga Jalan Seroja, Medan Sunggal, Emmiwaty Janahar Saleh (63) warga Jalan Katamso, Kampung Baru, Medan, Sopiah Taizir Nasution (37) dan Nur Baik Nasution (55), Jalan Pasar Ujung Batu, Sosa, Padang Lawas.

"Dari kelima jamaah yang terluka, hanya seorang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, yaitu Iriani Widia Ningsih. Dia masih dirawat ruang ICU RS King Fahd, Arab Saudi. Mudah-mudahan cepat sembuh, seperti empat jamaah lain yang sudah dipulangkan ke kloter masing-masing," jelasnya.

Sementara, ahli waris ketiga jamaah yang wafat dipastikan mendapatkan santunan asuransi. 

"Akan ada asuransi dari Peta Mega Life Syariah. Karena wafat dalam kecelakaan maka nantinya sekitar Rp37 juta atau dua kali klaim reguler Rp18 juta," ungkapnya.

Tohar memastikan, Kemenag akan memproses administrasi yang diperlukan untuk urusan asuransi itu. "Kita proses administrasinya dan kita berikan pelayanan terbaik kepada keluarga ahli musibah," pungkasnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

44 Calhaj Sumut Berangkat Dari Embarkasi Lain