Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kereta api ringan atau light rail transit (LRT) yang peletakan baru pertama atau groundbreakingnya telah dilaksanakannya, di depan kantor Jasa Marga, tol KM 5.400, seberang Taman Angrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (9/9/2015) pagi, nantinya akan terintegrasi dengan semua moda transportasi di DKI Jakarta.
“Setelah ini, ini kan yang dari luar masuk ke Jakarta. Saya tadi di depan tanya ke Pak Gubernur DKI, Perpresnya juga sudah saya beri ke Gubernur DKI, ini. Tadi bisiki Pak Gubernur, kapan bisa dimulai, Pak Gub' Januari, karena di DKI harus lelang,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada groundbreaking proyek pembangunan LRT, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.
Presiden tidak mempermasalahkan jika pembangunan LRT di Jakarta baru dilaksanakan bulan Januari mendatang karena harus dilakukan lelang terlebih dahulu. Yang paling penting, sebelum Asian Games 2017 nanti dimulai semua LRT itu sudah harus tersambung.
“LRT Bogor, Depok, Tangeras, Bekasi (Bodetabek) masuk ke Jakarta, diterima oleh LRT-nya Pak Gubernur DKI. Jadi dari Gubernur Jawa Barat masuk ke Gubernur DKI, diterima nanti Gubernur DKI, LRT-nya Gubernur DKI, dan terintegrasi dengan semua moda transportasi yang ada di DKI, baik MRT (Mass Rapid Transport), baik bis Transjakarta, buswaynya, baik dengan kereta ke bandaranya, baik kereta cepatnya juga. Dengan kereta cepatnya Jakarta-Bandung, semua terintegrasi,” beber Jokowi.
Karena itu, lanjut Presiden, ini adalah pekerjaan yang dilaksanakan bersama-sama, semuanya bersambung, MRT, LRT, busway, kereta cepat, kereta bandara, semuanya karena kereta bandara sebentar lagi akan kita mulai.
“Memang harus terintegrasi, saya sampaikan. LRT ini harus terintegrasi dengan busway, MRT, dengan kereta KRL, dengan kereta bandara, dengan kereta api cepat. Semuanya terintegrasi. Kalau tidak terintegrasi, jalan sendiri-sendiri, ga sambung, gimana' Nanti orang turun mau kemana, orang turun dari MRT mau ke Bandung, ya langsung naik turun di stasiun naik kereta api cepat misalnya. Yang turun dari kereta api cepat mau langsung ke bandara, turun di sebuah stasiun, naik kereta menuju ke kereta bandara. Mau naik busway, ya turun di sebuah stasiun, turun ke bawah stasiun, diterima busway, lari ke busway,” terang Jokowi saat menjawab wartawan seusai acara groundbreaking.
Presiden berharap semua pekerjaan transportasi massal sudah bisa diselesaikan. “Artinya yang, menurut saya yang paling penting adalah semua pekerjaan itu segera dimulai. Setelah dimulai, beri target selesainya kapan. Dan saya juga ingin menyampaikan bahwa pekerjaan transportasi, infrastruktur transportasi tidak hanya di jalan saja,” tukas Jokowi.
Tidak hanya di Jabodetabek, menurut Presiden, pemerintah juga akan membangun angkutan kereta api di Sulawesi dan Papua. “Akhir bulan ini, saya juga akan mulai pembangunan kereta api di Sulawesi, akhir bulan,” ujarnya.
Jokowi menyampaikan, sebetulnya ada yang memintanya agar Agustus kemarin dilakukan groundbreaking pembangunan transportasi kereta di Sulawesi. Tapi ia menolak, karena ia ingin agar dikerjakan dulu minimal 5-7 kilometer baru dilakukan groundbreaking.
“Saya mau lihat barangnya kaya apa yang dikerjakan sehingga mengontrolnya mudah, setiap hari lewat jadi progressnya bisa terus kita pantau. Tapi yang di Sulawesi saya minta dimulai dulu, nanti sudah 5 sampai 7 kilo baru saya akan lihat pekerjaan itu,” terang Jokowi.
Adapun yang di Papua, menurut Presiden, saat ini masih dalam proses juga, proses FS (Feasibility Study). Diharapkan Desember selesai FS-nya, tahun depan juga sudah dimulai.
“Jadi kereta api di Papua, supaya informasi perlu saya sampaikan. Jangan sampai nanti ini kok yang dikerjakan di Jawa terus. Di luar Jawa juga sudah , tapi semuanya pakai proses, semuanya harus melalui tahapan-tahapan proses,” tutur Jokowi.
Kepada wartawan yang mencegatnya di acara groundbreaking proyek pembangunan LRT itu, Presiden mengatakan, bahwa pekerjaan pembangunan kereta di Sulawesi dan Papua itu sudah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). (BS-001)